Pendidikan

Pendidikan Indonesia Perlu Perhatian Serius

 

 

MANOKWARI, EDUNEWS.ID – Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI memberikan perhatian serius pada masalah sumber daya manusia (SDM) guru serta sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan di Papua Barat.

Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengatakan sampai saat ini masalah pendidikan di Indonesia masih belum menunjukkan tanda-tanda ke arah yang menggembirakan. Berbagai permasalahan klasik seperti masalah karakter, guru, kurikulum, sarana dan prasarana masih terjadi sepanjang tahun 2017 dan awal tahun 2018.

“Persoalan guru utamanya terletak pada beban berat tugas mengajar yang tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan dan perlindungan bagi guru. Persoalan sarana dan prasarana juga menyedihkan,” ungkap Fikri saat memimpin Kunjungan Kerja Komisi X DPR ke Manokwari, Papua Barat, Senin lalu (30/4/2018).

Baca juga :  52 Orang Siswa di Luwu Utara Harus Nikmati Sekolah 'Lesehan'

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menjelaskan, dari 1.833.000 ruang kelas di seluruh Indonesia, hanya 470.000 ribu ruang kelas dalam kondisi baik (26 persen), dan hanya 50 persen sekolah yang memiliki alat peraga pendidikan. Dia menilai, kondisi bidang pendidikan di Papua Barat juga belum menggembirakan.

Tim Kunker Komisi X meninjau langsung SMAN 2 Manokwari dan SMKN 3 Manokwari dan masih ditemui sejumlah keluhan tentang sarana dan prasarana.

“Di SMAN 2 Manokwari, mereka mengalami kesulitan untuk pratikum Kimia karena kesulitan bahan yang dibutuhkan. Kemudian Laboratorium Fisikanya juga tidak memeiliki alat peraga yang dibutuhkan,” ujarnya miris dalam keterangannya.

Fikri mengatakan ini menjadi bahan evaluasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta pemerintah daerah. Sebab terkait memajukan pendidikan adalah tanggung jawab semua pihak.

Baca juga :  Kesetaraan Dalam Pengelolaan Pendidikan Mutlak Harus Dilaksanakan

Menurut neraca pendidikan daerah yang disusun oleh Kemendikbud diperoleh informasi bahwa persentase anggaran urusan pendidikan di Papua Barat dalam APBD di luar transfer daerah, jauh di bawah 20 persen, hanya sekitar 2-3 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih di bawah rata-rata nasional (69,55), hanya sekitar 61-63.

Sementara itu, uji kompetensi guru, baik guru SD, guru SMP, guru SMA, dan guru SMK Papua Barat hasilnya di bawah rata-rata nasional. Indeks Integritas Ujian Nasional juga masih di bawah rata-rata nasional.

Memperhatikan berbagai hal-hal tersebut, pendidikan dasar dan menangah di Papua Barat, perlu mendapat perhatian serius dan seksama. Oleh sebab itu, kesadaran semua pihak dalam membenahi dan memajukan pendidikan amat sangat diperlukan.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!