Pendidikan

Pendidikan Indonesia Tertinggal 128 tahun

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Di era globalisasi, Indonesia menghadapi persaingan ketat antarsumber daya manusia (SDM) di tingkat global. Bahkan, di bidang pendidikan Indonesia mengalami ketertinggalan hingga 128 tahun.Namun, masyarakat Indonesia tampaknya tidak bermasalah dengan ketertinggalan ini.

“Indonesia mengalami 128 tahun ketertinggalan dalam hal pendidikan, tetapi ketika kita tinggal di Indonesia sepertinya tidak ada masalah, tetapi ketika kita ke luar negeri kita sangat tertinggal jauh,” ujar Iman Usman, Alumni American Field Service dan Co-Founder Indonesia Future Leader serta Co-Founder Ruangguru.com, kemarin (20/20/2016).

Maka salah satu dukungan dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas tinggi dan siap bersaing dengan kompetisi global, Yayasan Bina Anatarbudaya (YBA) meluncurkan sebuah divisi Go Global Indonesia (GGI).

Baca juga :  Hari Aksara Internasional, Persentasi Penduduk Tuna Aksara Di Indonesia 5,94 Juta Orang

Menurut Ketua Dewan Pembina YBA mengatakan, pertukaran pelajar dilakukan agar peluang bekerja magang di perusahaan internasional serta pendidikan dan pelatihan di dunia internasional dapat menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang terampil, cerdas budaya dan memiliki daya saing global.

“Dengan melakukan pertukaran pelajar akan membangun kemampuan berdaptasi seseorang yang akan hidup di dunia berbeda, karena kita tidak dibiasakan mengalami, menghadapi atau memikirkan hal-hal apa yang akan terjadi di dunia ke depannya,” tambah Iman yang sempat menjadi peserta pertukaran pelajar di Jepang.

Belajar di luar negeri juga berbeda dengan traveling, karena jika traveling hanya lihat, foto dan membagikan di sosial media.

Baca juga :  Ratusan Guru Pesantren Dilatih Wirausaha dan Teknologi Informasi

“Tetapi jika belajar, ada proses dengan apa yang dilihat, lalu apa relevansinya kepada kehidupan,” katanya.

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com