Pendidikan

Pendidikan Vokasi Industri Dinilai Mampu Tekan Angka Pengangguran

MOJOKERTO, EDUNEWS.ID – Kementerian Perindustrian terus berupaya untuk memajukan perindustrian di dalam negeri. Selain tengah gencar menarik investor ke dalam negeri, Kementerian Perindustrian kini meluncurkan program Pendidikan Vokasi Industri.

Program tersebut digadang-gadang dapat menghasilkan lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang kompeten dan siap kerja sesuai dengan kebutuhan dunia usaha industri. Sehingga, dengan adanya program itu, angka pengangguran di Indonesia akan semakin menurun.

“Program ini untuk meningkatkan kerjasama dengan dunia usaha yakni memberikan akses yang lebih luas bagi siswa SMK untuk melakukan praktik kerja lapangan dan magang industri bagi guru,” ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat pelucuran program Pendidikan Vokasi Industri di PT Dwi Prima Sentosa, di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Selasa (28/2/2017).

Baca juga :  Pekembangan IT harus Diimbangin dengan Diklat Modern

Menurutnya, program yang di dalamnya berisi tentang pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi berbasi Kompetensi yang sinergis dengan kebutuhan industri ini ditandatangani bersama lima menteri. Di antaranya, Menteri Perindustrian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Ristekdikti, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri BUMN.

“Sasarannya sampai tahun 2019, yakni sebanyak 1.775 SMK dengan 845 ribu siswa yang akan dikerjasamakan dengan 355 perusahaan industri. Tahap pertama, akan dilakukan penandatangan perjanjian kerjasama antara industri dan SMK di Jatim,” imbuhnya.

Saat ini, di Jatim, ada sebanyak 49 perusahaan industri sudah menjalin kerjasama dengan 219 SMK. Airlangga menargetkan, tahun tahun 2017 program serupa juga bisa dilakukan di provinsi lain, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, DKI Jakarta dan Banten.

Baca juga :  Puasa, Siswa di Barsel Diliburkan
Advertisement

“Tujuan untuk merevitalisasi dan mengembangkan SMK yakni untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja sesuai dengan kebutuhan dunia usaha industri. Sehingga akan ada penyelarasan kurikulum pendidikan sesuai dengan kebutuhan industri,” terangnya.

Airlangga memaparkan, program ini sangat penting bagi kemajuan industri di Indonesia dan juga pendidikan SMK. Sebab, melalui program tercipta kesinambungan antara pengusaha industri dengan SMK. Hal ini guna mengatasi adanya mismatch antara pendidikan dengan kebutuhan industri.

“Pendidikan vokasi di Indonesia juga akan dikembangkan dengan mengadopsi konsep pendidikan sistem ganda, salah satunya Swiss. Dengan DVET System, Swiss telah membuktikan sebagai negara dengan tingkat pengangguran pekerja muda yang rendah dan mencapai produktifitas yang tinggi,” paparnya.

Guna mendukung program tersebut, Airlangga menyatakan akan memberikan bantuan peralatan praktek kepada SMK. Bantuan tersebut berasal dari berbagai perusahaan industri sebagai bentuk komitmen mereka dalam merealisasikan program Pendidikan Vokasi Industri ini.

“Selain itu, sebagai peningkatan kompetensi bagi lulusan SMK, rencananya akan ada penambahaan jangka waktu pendidikan di SMK. Jenjang pendidikan SMK akan ditambah satu tahun sehingga setara dengan Diploma I. Dalam hal itu, akan bekerjasama dengan Kemenristekdikti,” pungkasnya.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com