Pendidikan

PGRI : Angkat Saja Guru Honorer jadi PNS, Asal…

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Saat ini Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi acuan pengangkatan pegawai di Indonesia. ASN terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

“Masalah guru honorer sampai saat ini belum tuntas-tuntas juga. Kalau memang maunya mereka dijadikan ASN tidak masalah, asalkan berikan kesempatan kepada guru honorer K2 yang memenuhi syarat-syarat CPNS diangkat PNS,” tegas Ketum PB PGRI Unifah Rosyidi kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Menurut Unifah Rosyidi, di dalam UU ASN, syarat menjadi CPNS batas maksimum usia pelamar adalah 35 tahun. Unifah berharap, honorer K2 yang memenuhi syarat tersebut diprioritaskan menjadi PNS‎. Apalagi guru honorer yang selama ini mengabdi di daerah terpencil.

Baca juga :  PGRI Prediksi Solo akan Alami Krisis Guru PNS pada 2020

Apabila jabatan yang diperlukan tidak match dengan keahlian honorernya sebaiknya disekolahkan lebih dulu oleh pemerintah, agar sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan, honorer K2 tua atau yang berusia di atas 35 tahun maka pemerintah harus menggiring menjadi P3K.

Hal ini disambut baik oleh PB PGRI tapi dengan berbagai syarat yang dinilai berpihak kepada honorer K2.

“Kalau pemerintah mau honorer K2‎ di atas 35 tahun diatur menjadi P3K ya ayo, tapi kami maunya ada syarat-syarat yang harus dipenuhi pemerintah. Jika tidak, masalah honorer K2 tidak akan pernah selesai,” jelas Unifah.

EDUNEWS.ID

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!