Pendidikan

PGRI : Beban Kerja Guru Belum Jelas

KETUA UMUM PGRI, UNIFAH ROSIDI

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta pemerintah meluruskan silang pendapat beban kerja guru sebelum masuk tahun anggaran 2018. PGRI minta kejelasan apakah akan menggunakan beban kerja tatap muka 24 jam dalam sepekan, atau delapan jam sehari.

Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi, menyampaikan sejumlah catatan yang harus diperhatikan pemerintah untuk perbaikan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun depan, yakni catatan untuk beban kerja guru yang diharapkan sudah jelas sebelum masuk anggatan 2018.

“Selama ini masih terjadi silang pendapat soal beban kerja guru,” jelas Unifah, di Jakarta, Minggu (3/9/2017).

Pernyataan tersebut disampaikan Unifah merespons akan adanya kenaikan anggaran negara untuk Tunjangan Profesi Guru di 2018. Menurutnya, kejelasan beban kerja guru itu sangat penting karena menjadi syarat penyaluran TPG selain sertifikat profesi pendidik.

Baca juga :  Kompetensi Guru Rendah, DPRD Kalteng Minta Pemprov Serius
Advertisement

Saat ini di lapangan, beban kerja guru masih memakai patokan minimal 24 jam tatap muka dalam sepekan karena masih merujuk pada PP Nomor 19 Tahun 2017 tentang Guru.

Sementara itu, di Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah diatur hari sekolah berlangsung lima hari dalam sepekan dan berdurasi delapan jam per hari.

“Jadi harus dipastikan. Patokan beban guru menggunakan 24 jam tatap muka sepekan atau delapan jam per hari,” tegas Unifah.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com