Pendidikan

Polemik Sekolah Lima Hari, NU akan Datangi Muhammadiyah

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Nahdlatul Ulama atau NU akan mendatangi Muhammadiyah terkait penerapan sekolah delapan jam sehari selama lima hari sepekan (Full Day School). NU berupaya menyatukan pemikiran dan persepsi menyikapi peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Muhadjir Effendy terkait sistem tersebut.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menyatakan penolakan NU terhadap sistem Fullday School. Namun, Muhammadiyah mendukung kebijakan itu. Perbedaan sikap antara kedua pihak dikhawatirkan menjadi pemecah belah umat muslim di Indonesia.

“Saya mengusulkan pertemuan antara Muhammadiyah dan NU supaya melakukan pembicaraan khusus sehingga simpang siur tentang Full Day School tidak menjadi pemecah belah umat Islam,” kata Muhaimin di Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor baru-baru ini.

Baca juga :  Kemendikbud Benarkan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak
Advertisement

Pertemuan itu diharapkan juga bisa dihadiri Mendikbud. Menurut politisi yang akrab di sapa Cak Imin, pembatalan sistem Full Day School oleh presiden belum bersifat final. Ia beralasan, penerapan sistem tersebut mendapatkan respons positif dan negatif dari masyarakat, termasuk umat muslim yang tergabung dalam NU maupun Muhammadiyah.

Saat ini, sistem tersebut telah ditetapkan melalui Permendikbud nomor 23/2017 dan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru, Juli 2017 mendatang. Muhaimin menilai pembatalan oleh presiden harus bisa diterima seluruh pihak setelah mereka yang mendukung Full Day School mengerti dampak penerapannya terhadap pendidikan agama.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com