Pendidikan

Redistribusi Guru dalam Satu Zona

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk meredistrubusi guru akan dibahas dalam rapat koordinasi khusus bersama dinas pendidikan di seluruh Indonesia.

Guru akan dipindah antarsekolah di dalam satu zona. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Sumarna Surapranata, mengatakan secara teknis redistrubusi guru hanya akan dilakukan antarsekolah dalam satu zona.

“Jadi, tidak mungkin dari Tanjung Priok dipindah ke Kebayoran, karena beda zona,” kata Pranata seusai acara Halalbihalal yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad, menambahkan setiap guru yang mendapat mandat untuk pindah tugas tidak boleh menolak.

Baca juga :  IGI Dukung Jokowi Kembalikan Pengangkatan Guru ke Pusat

Sebab redistribusi dan perpindahan tempat tugas merupakan salah satu konsekuensi guru sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“PNS itu harus bersedia ditempatkan di mana saja. Kalau menolak dipindahkan, ya silakan resign (mengundurkan diri) saja,” tegasnya.

Lebih jelasnya lagi mengenai teknis redistribusi guru ini akan dibahas secara khusus melalui rapat koordinasi dengan kepala dinas yang akan digelar dalam waktu dekat.

Advertisement

Seperti diberitakan sebelumnya, redistribusi guru berkualitas ini dilakukan menyusul kebijakan zonasi yang mulai diterapkan secara nasional dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017.

Sebagaimana dengan sistem zonasi, redistribusi guru juga dilakukan dengan tujuan untuk pemerataan kualitas pendidikan.

“Selama ini guru-guru berkualitas menumpuk di sekolah-sekolah unggulan,” ungkap Hamid.

Hamid meyakini, jika proses pemerataan kualitas pendidikan seperti ini tidak akan mengurangi kualitas siswa dan proses pembelajaran di sekolah-sekolah unggulan.

“Jangan lupa, dampak positifnya kita akan mendapat sekolah-sekolah berkualitas baru. Karena guru yang diredistribusi nanti harus menerapkan praktik baiknya di sekolah yang baru,” jelas dia.

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rasyidi, mengatakan bahwa guru siap untuk dipindahkan ke mana saja. Namun, menurutnya, yang paling penting saat ini bukan soal perpindahannya, namun program peningkatan kualitasnya.

“Peningkatan kompetensi melalui pelatihan-pelatihan itu yang harus dilakukan,” tegasnya.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com