Pendidikan

SKS Ditukar Magang Matikan Kampus Swasta

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTSI) Budi Djatmiko mengkritik kebijakan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim yang membolehkan mahasiswa menukar dua semester kuliah dengan magang atau kegiatan di luar kampus.

Budi menyebut pola pikir Nadiem dalam kebijakan tersebut hanya dari sudut pandang perguruan tinggi negeri (PTN) yang diberkati jaringan luas dengan dunia industri.

“Dia harus paham, 95 persen itu PTS (Perguruan Tinggi Swasta) dan dia enggak tahu 85 persen itu [PTS] kecil. Jangan lihat Nadiem, lahir dari keluarga berkecukupan, kuliah di Harvard, lihat kampus Harvard, enggak bisa,” kata Budi kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (25/1/2020).

Baca juga :  Ini Tiga Fokus Pemerintah Dibidang Pendidikan

Budi menyebut PTN lebih akrab dengan dunia industri karena diberkati mahasiswa dengan kualitas di atas rata-rata. Selain itu, PTN punya banyak alumni yang sudah menjadi bagian dari dunia industri.

Sementara, menurutnya, sebagian besar PTS di Indonesia berskala kecil, sehingga sulit untuk menyalurkan anak didiknya ke perusahaan-perusahaan untuk merealisasikan program magang ala Nadiem.

“Kalau menyuruh begitu saja, [sama saja] menutup perguruan tinggi itu. Mahasiswa nanti menuntut enggak bisa magang. Enggak apa-apa, kan Nadiem belum punya pengalaman. Yang bisikin Nadiem kan orang negeri semua,” tuturnya.

Advertisement

Meski begitu, Budi mengaku mendukung program tersebut asal ada tindak lanjut dan harus ada kesepakatan beberapa menteri untuk mendukung program dengan memuluskan jalan para mahasiswa magang.

“Nadiem harus duduk bareng sama Menteri Perindustrian, Menteri Pariwisata untuk jurusan pariwisata. Misalnya perusahaan-perusahaan harus mau menerima [mahasiswa magang]. Kalau ada terima mahasiswa itu, maka ada pengurangan pajak, kalau tidak ya susah,” ujarnya.

Sebelumnya, Nadiem meluncurkan kebijakan Kampus Merdeka. Salah satu poin keiijakan itu adalah mengurangi kewajiban belajar strata satu (S1) menjadi lima tahun.

Kemudian kampus wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela menukar 40 SKS setara dua semester dengan kegiatan di luar kampus, termasuk magang di perusahaan. Kemudian mahasiswa berhak menukar 20 SKS setara satu semester dengan SKS di program studi lain.

Nadiem menyebut SKS ditukar magang ini tidak bersifat memaksa, tapi kampus wajib menyediakan opsi.

cnn

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com