Pendidikan

Soal Isian dalam USBN SD Dinilai tak Tepat

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Persatuan Guru Republika Indonesia (PGRI) menilai adanya soal isian pendek pada ujian sekolah berstandar nasional (USBN) sekolah dasar (SD) tidak tepat. Sebab, bentuk soal isian tersebut dinilai akan memberatkan siswa.

“Sebenarnya kalau SD itu wajib belajar sembilan tahun. Jadi menurut saya, ujian itu sebagai syarat saja, tidak harus berat,” kata ketua umum PGRI Unifah Rosyidi, Selasa (9/1/2018)

Dia menyepakati, esensi kurikulum 2013 mengamanatkan untuk bisa menimbulkan sikap kritis pada siswa. Namun, menurut dia, sikap kritis tersebut tidak untuk diujikan dalam USBN. Yang benar, kata dia, siswa berhak mendapatkan kualitas pendidikan yang baik yang bisa membentuk pribadi yang kritis.

Baca juga :  Anggaran Pendidikan 2017 Dipangkas, Mendikbud Dinilai Tak Berpihak Pada Pendidikan
Advertisement

“Berpikir kritis itu harus, tapi berpikir kritisnya itu tidak untuk diujikan dalam USBN pada anak SD, jadi USBN jangan sampai dijadikan alat untuk mengurangi akses anak dalam mengenyam pendidikan 9 tahun. Itu prinsipnya,” tegas Unifah.

Sebelumnya, Kepala Bidang Puspendik Kemendikbud Giri Sarana Hamiseno mengatakan, akan ada soal isian pendek pada USBN SD tahun ini. “Bobot setiap butir soal isian sama dengan soal pilihan ganda. Jumlah soal isian ada empat soal, dan pilihan ganda 36 soal,” kata Giri, Selasa (9/1/2018).

REPUBLIKA

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com