Pendidikan

Tak Hanya Soal Pungli, Kepsek SMA Negeri 21 Makassar juga Dilaporkan Soal ini ke Kejari

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Kepala sekolah SMA Negeri 21 Makassar dilaporlkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Makasar terkait dugaan pungutan liar (pungli).

“Ada sejumlah pelanggaran yang dilakukan kepala sekolah SMAN 21, antara lain pungutan liar dengan modus sumbangan sukarela, tetapi ada nominalnya,” kata pengurus Komite Sekolah SMA Negeri 21 Makassar, Sukardi, Senin (6/3/2017).

Saat melaporkan kasus tersebut, Sukardi membawa dokumen daftar siswa yang tidak lulus, namun diluluskan melalui jalur off-line dan daftar 42 penyumbang mulai Rp 200.000 hingga Rp 2,5 juta dengan jumlah total sekitar Rp 27 juta.

Kepala SMAN 21 juga diduga melakukan penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) senilai Rp 2 miliar, namun tidak pernah dibahas di komite sekolah, termasuk penyalahgunaan peruntukan pembangunan fisik sekolah, bukan operasional siswa.

Baca juga :  Sembilan Kepala Sekolah Dicopot, Kejaksaan Telusuri Dugaan Gratifikasi
Advertisement

Selain itu, penambahan kelas untuk siswa baru yang dibangun atas swadaya masyarakat melebihi kuota yang ditentukan dan tidak sesuai mekanisme. Ada 12 kelas yang dibangun dengan kuota setiap kelas 36 orang.

Kenyataannya, ada sembilan kelas berisi 39 siswa, satu kelas 38 siswa, dan hanya satu kelas yang sesuai kuota, yakni 36 siswa.

“Saya sebagai perwakilan komite dan orangtua siswa diamanahkan untuk melaporkan dugaan pelanggaran tersebut kepada Kejaksaan untuk diselidiki agar praktik seperti ini tidak berulang,” katanya.

EDUNEWS.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com