Pendidikan

Wali Kota Jakarta Pusat Sebut 68 Gedung Sekolah Rusak

Sekolah Rusak/Ilustrasi.

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma menyebutkan, ada 68 gedung sekolah negeri di Jakarta Pusat yang dalam kondisi rusak. Jumlah itu mencapai 28,1 persen dari total 242 sekolah negeri di wilayah administrasi Jakarta Pusat.

Pemerintah Kota Jakarta Pusat telah mengusulkan anggaran untuk merehabilitasi 13 gedung sekolah yang rusak tersebut.

“Tahun 2022 kami mengusulkan beberapa kegiatan prioritas, yakni rehab berat gedung sekolah di 13 lokasi,” ujar Dhany dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kota Jakarta Pusat Tahun 2021, Selasa (30/3/2021) lalu.

Bangunan sekolah yang terletak di Jalan Salemba Raya itu tampak sudah cukup tua. Setibanya di luar gedung sekolah, sejumlah kerusakan sudah mulai terlihat.

Dinding luar gedung sekolah yang dicat krem sudah berubah warnanya menjadi kehitaman. Dinding tersebut bahkan sudah ditumbuhi lumut di sejumlah sisinya.

Memasuki gedung sekolah, kerusakan juga terlihat di berbagai titik. Di kamar mandi siswa dan guru lantai dasar, atap plafonnya sudah jebol.

Salah satu keran di wastafel sudah bocor sehingga air terus menetes. Meski demikian, kebersihan kamar mandi itu tetap terjaga dengan baik. Tak ada bau tak sedap yang tercium. Kamar mandi itu memang tak dipakai karena seluruh siswa siswi SD 08 Kenari masih sekolah dari rumah pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

Kerusakan lainnya juga bisa ditemukan di sejumlah ruang kelas. Ada dinding pembatas kelas yang jebol.

Dinding yang jebol itu akhirnya hanya ditutupi lemari dan sebuah gorden agar kerusakannya tidak terlihat.

Kerusakan lainnya ditemukan di gudang sekolah. Kusen jendela gudang sudah lapuk. Salah satu penjaga sekolah, Abdul Wahab, mengaku khawatir kusen jendela itu tak mampu lagi menahan beban dan akhirnya roboh.

“Ini coba dipegang saja kusennya, benar-benar sudah lembek, takutnya roboh,” tutur dia.

Menurut Abdul Wahab, SD Kenari 08 Pagi itu memang sudah tua karena dibangun 20 tahun lalu. Abdul sendiri baru bekerja sebagai penjaga sekolah sejak 5 tahun silam.

Sejak saat itu, SD Negeri 08 ini sudah sering mengalami kerusakan. Pihak sekolah hanya melakukan perbaikan seadanya karena keterbatasan anggaran.

“Kalau memang kerusakan parah biasanya ya manggil tukang. Kami penjaga sekolah ikut bantuin,” kata Abdul.

Abdul mengaku sudah mendengar rencana Pemprov DKI Jakarta merehabilitasi SD Kenari 08 pagi. Ia menyambut baik rencana rehabilitasi sekolah itu.

“Bagus deh kalau mau direhab, ini memang sudah banyak yang rusak,” kata dia.

Baca juga :  Gaji Minim, Pemprov Jabar Banyak 'Nuntut' Guru Honorer

dtk

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com