EDUNEWS

Pengawas Sekolah Dilatih Memantau Kemajuan Literasi Sekolah

Maros, EduNews.id – Selama ini pengawas sekolah tidak dibekali bagaimana memantau tingkat kemajuan literasi di sekolah. Mereka lebih banyak dilatih memantau aspek-aspek pembelajaran dan manajemen sekolah. Aspek-aspek yang terkait bagaimana sekolah mengembangkan budaya baca tidak mendapatkan perhatian.

“Literasi merupakan salah satu pondasi utama peningkatan kapasitas anak didik. Sekolah-sekolah ke depan harus berbasis literasi, artinya membaca dan menghasilkan karya menjadi dasar semua gerakan dan kegiatan sekolah,” ujar Jamaruddin, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan.

Jaharuddin berkunjung untuk melihat 42 pengawas sekolah Kabupaten Maros praktik melakukan pemantuan kemajuan sekolah dasar dan menengah yang ada di Maros, setelah sehari sebelumnya menerima piloting project pelatihan modul baru USAID PRIORITAS  khusus untuk peningkatan kualitas supervisi para pengawas sekolah.

Baca juga :  Pemprov Jateng Tak Kucurkan Dana Tunjangan untuk Guru Sekolah Swasta

Menurut Jamaruddin, sekolah penting didorong untuk berbasis literasi. “Secara agama,  membaca adalah perintah Tuhan yang pertama,” ujarnya.

Karena sekolah idealnya berbasis literasi, para pengawas sebagai  pembina dan tenaga monitoring dan evaluasi sekolah, menurut Jamaruddin, semestinya tahu bagaimana menilai dan mendorong sekolah untuk bisa berbasis literasi.

“Dengan pelatihan ini, selain berkaitan dengan pembelajaran dan manajemen sekolah, para pengawas dilatih memantau sekolah agar bisa berbasis literasi atau siswa terbiasa membaca dengan berbagai program yang rutin dan menarik,” ujar Jamaruddin.

Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rendah tingkat literasi di seluruh dunia. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Central Connecticut State University tahun 2016, Indonesia berada di nomor 60 dari 61 negara yang diteliti.

Baca juga :  Polemik Mendikbud, Pengamat Pendidikan : Itu Cuma Butuh Kesepahaman

“Berdasarkan penelitian itu, negara yang literasinya rendah, warganegaranya cenderung suka kekerasan dan melanggar hak orang lain, miskin, tidak cerdas dan kurang gizi,” tutup Jamaruddin.

Laporan Mustajib (USAID PRIORITAS – Provincial Communication Specialist – South Sulawesi)

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com