EDUNEWS

Puluhan Dosen Dipecat, Mahasiswa STIK Rajawali – CCT Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Pengibaran Bendera Setengah Tiang yang dilakukan mahasiswa

 

TALAUD, EDUNEWS.ID – Total dua puluh dua tenaga pendidik dan dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIK) Rajawali Talaud – Community College Talaud (CCT) di Kabupaten dipecat sepihak oleh Yayasan Pendidikan Internasional Herna (YPIH). Pemecatan sepihak itu dilakukan oleh Sarnes Lulian Ijong selaku ketua Yayasan.

Dosen dan tendik (karyawan) mengungkapkan sudah 10 bulan menjelang 11 bulan YPIH tidak memenuhi hak mereka. Sebelumnya pihak kampus berjuang dengan keterbatasan dan tanpa bantuan Yayasan sejak tahun 2010. Hal tersebut makin parah sejak tahun 2016 dan semakin parah pada tahun 2010.

Seperti dalam rilis yang diterima edunews.id, Kamis (22/10/2020), Olfi Lomboan dengan Yayasannya (Yayasan Bumi Porodisa) selama 2 tahun tidak membayar kewajibannya yakni gaji dosen STIK Rajawali (2016-2018) padahal diketahui Pemda sudah memberikan anggaran dan bantuan sosial.

Baca juga :  UMM Dorong Ujian OSCE Diberlakukan Nasional

Efeknya, Sehingga 2 tahun terakhir (2018-2020) kinerja perguruan tinggi menurun disebabkan oleh Yayasan Olfi Lomboan. Selanjutnya diperparah dengan hadirnya Sarnes Lulian Ijong ketua Yayasan Pendidikan Internasional Herna (YPIH) yang sering membawa-bawa nama L2DIKTI dalam melakukan tindakannya.

Beberapa waktu lalu Pihak Inspektorat Pemerintah Daerah datang untuk mengaudit dana STIK Rajawali – CCT periode 2015-2020, tetapi pihak kampus sudah menjelaskan bahwa untuk dana 2015-2018 yang mengolah adalah Rosmawati Walesasi (oknum Dosen STIK Rajawali).

Sedangkan anggaran hibah 2020 diterima oleh Yayasan YPIH yang diketuai Sarnes Lulian Ijong. Sehingga pihak kampus hanya bisa memberikan laporan tahun 2019.

“Kalau dana hibah 2019 sudah ada SPJ nya yg asli sudah dimasukkan lalu di DPPKAD dan sudah diperiksa oleh BPK, menurut info dari DPPAKAD untuk STIK tidak ada catatan-catatan karena SPJnya lengkap” ungkap perwakilan Pimpinan STIK Rajawali.

Baca juga :  Sumber Daya Agraria Dikelola Swasta, Petani Dan Mahasiswa Demo Kejati Jabar
Advertisement

Pada 19 Oktober kemarin, secara mendadak ada surat dating dari pihak Yayasan YPIH untuk melakukan pemecatan hampir semua dosen hanya satu dosen yang tidak diberhentikan yakni Rosmawati Walesasi. Hasilnya 3 hari ini para mahasiswa terbengkalai.

Dari data yang dihimpun, diketahui Rosmawati Walesasi adalah salah satu pimpinan Partai Politik di Kabupaten Talaud. Mahasiswa menduga Rosmawati Walesasi adalah provokator antara pihak STIK Rajawali – CCT dengan pihak Pemerintah daerah melalui Yayasan dengan melaporkan hal tidak benar. Rosmawati Walesasi juga yang membuat laporan keuangan STIK Rajawali – CCT pada tahun 2015-2018 ketika bersama Olfi Lomboan.

Sedangkan Sarnes Lulian Ijong adalah stafkhusus bupati bidang Pendidikan yang saat ini menjadi ketua Yayasan YPIH. Sarnes sendiri pernah terlibat dan terbukti melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan menyalahgunakan kewenangan serta jabatannya atas dana beasiswa pelajar SMA dan SMK di Talaud (Dokumen Pengadilan Tipikor pada PN Manado, 2012) dan pernah masuk penjara atas perbuatannya masa lalu.

“Pihak Yayasan membuat surat kaleng, penipuan dan fitnah ke Bank BRI, sehingga rekening sekolah di blokir yang menyebabkan proses administrasi pun tidak dapat dilaksanakan.“ ungkap salah satu tendik.

Saat ini kampus dijaga oleh Polisi atas perintah surat Yayasan, sehingga proses belajar maupun proses administrasi tidak dapat berlangsung.

“Kami para Mahasiswa mengibarkan bendera setengah tiang, bukti kedukaan masuknya politik praktis dan ketidak jujuran Yayasan di garda NKRI Bagian utara. Kami harap pemerintah pusat memperhatikan keadaan di Talaud” ungkap Vini mahasiswa Angkatan 2016. (rls/ach)

 

 

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com