Pendidikan

Beban Jam Kerja Guru Diubah jadi 40 jam Seminggu

ILUSTRASI

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pemerintah akan mengubah beban jam kerja guru dari 24 menjadi 40 jam seminggu. Kebijakan tersebut akan diterapkan pada tahun ajaran 2017-2018. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengeluarkan peraturan menteri untuk melandasi kebijakan tersebut.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Sumarna Surapranata, mengatakan, Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang pemenuhan beban kerja guru, kepala sekolah/madrasah dan pengawas sudah rampung.

“Pekan depan kemungkinan besar sudah ditandatangani oleh pak menteri. Jadi tahun ajaran baru sudah bisa diterapkan,” ujar Sumarna di Kantor Kemendikbud Jakarta, akhir pekan kemarin.

Perubahan beban jam kerja tersebut untuk mendukung program lima hari sekolah dalam sepekan yang juga akan diterapkan Juli depan secara beratahap. Sumarna mengatakan, untuk memenuhi 40 jam seminggu, guru bisa melaksanakan rumus 5 M.

“Merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dengan tatap muka, menilai, membimbing, dan melaksanakan tugas tambahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemenuhan 24 jam tatap muka sudah tidak lagi menjadi persyaratan untuk mendapatkan tunjangan profesi. Dengan demikian, guru tidak lagi susah mencari sekolah lain hanya untuk memenuhi kekurangan bebak kerja tatap muka seperti yang diwajibkan dalam pemenuhan 24 jam seminggu.

“Ini yang membedakan 24 dengan 40 jam seminggu. Guru yang menjadi pembinging pramuka tetap dihitung jam kerja, membuat silabus mata pelajaran juga dihitung jam kerja, melakukan penilaian juga sama,” katanya.

Facebook Comments

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2017 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Close