Pendidikan

Dialihkan ke Pemprov, Ganjar Minta Guru Tingkatkan Kinerja

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG, EDUNEWS.ID – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan para guru sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Tengah diminta tetap meningkatkan kinerja meskipun kewenangan pengelolaan diambil alih pemerintah provinsi.

“Pengalihan kewenangan pengelolaan tersebut diharapkan dapat diikuti dengan meningkatnya kinerja para guru,” katanya di Semarang, Minggu (5/2/2017).

Ia mengungkapkan bahwa terkait dengan penerapan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Alih Wewenang Pengelolaan Pendidikan Menengah Pendidikan Menengah (SMA/SMK) dan Pendidikan Khusus dari Kabupaten/Kota, banyak guru maupun kepala sekolah yang menghubungi dirinya.

Para guru dan kepala sekolah tersebut, kata dia, menanyakan nasib jabatannya, status kepegawaianan, besaran gaji, hingga tunjangan yang akan diperoleh.

Baca juga :  Kisruh PPDB Jabar, Kemendikbud Tegur Kadisdik

“Pak gubernur tunjangan saya bagaimana? Saya jawab nanti dulu, bekerja yang baik saja belum sudah tanya tunjangan,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa pekerjaan rumahnya sebagai Gubernur Jateng masih cukup banyak dan akan diselesaikan satu persatu.

“Tidak hanya soal sumber daya manusia, tapi juga mengurusi perlengkapan, aset, pembiayaan, dan dokumen. Saya berharap para guru membantu saya mendidik anak-anak sebaik mungkin. Banyak hal yang bisa dilakukan agar pendidikan menjadi lebih berkualitas,” katanya.

Advertisement

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengingatkan kepada para guru maupun kepala sekolah untuk tidak melakukan berbagai praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme guna memperoleh suatu jabatan tertentu.

“Saya tegaskan tidak ada setoran untuk menduduki jabatan, jangan sampai ada guru kena OTT (Operasi Tangkap Tangan). Terima rejeki yang halal dan barokah, kalau bapak-ibu guru tahu ada orang yang minta setoran, cepat lapor gubernur,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu juga menyampaikan pentingnya suasana kegiatan belajar dan mengajar (KBM) yang nyaman dan guru diminta memperhatikan metode pembelajaran, serta kemampuan menyampaikan materi pelajaran yang mudah dipahami oleh peserta didik.

[NHN]

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com