Pendidikan

Guru Belum Sejahtera, Kemendikbud Diminta Tata Ulang Program Sertifikasi

Dadang Rusdiana

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diminta menanta ulang dalam membuat program yang bertujuan mensejahterakan guru, salah satunya sertifikasi. Pasalnya berdasarkan laporan, program setifikasi tahun 2016 dengan syarat nilai uji kompetensi yang naik menjadi 80 dari nilai 42,  memberatkan para guru.

“Peningkatan batas nilai syarat kelulusan sertifikasi guru menjadi minimal 80 (dari nilai tertinggi 100). Lonjakan penambahan batas nilai ini cukup tinggi, karena sebelumnya batas nilai syarat kelulusan sertifikasi guru hanya 42. Guru di manapun akan keberatan mencapai angka tersebut karena dengan sayarat nilai kelulusan 42 saja banyak yang tidak lulus,” kata Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana disela-sela rapat kerja dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/01/2017).

Baca juga :  Kemendikbud sebut Pelaksanaan UNKP Tidak ada Kecurangan

Lebih lanjut Dadang mengatakan, pihaknya akan mendorong Kemendikbud untuk mengkaji ulang syarat nilai kelulusan program sertifikasi tersebut.

“Kita minta kaji ulang, untuk menentukan berapa sebenarnya nilai yang dianggap realistis,” ungkapnya.

Advertisement

Selain itu, masalah lain adalah syarat mengajar 24 jam yang dinilai memberatkan bagi pengajar mata pelajaran tertentu, misalnya mata pelajaran Bahasa daerah.

“Mata pelajaran Bahasa daerah itu kan sedikit jadi sangat sulit  guru mencapai 24 jam mengajar sehingga guru daerah sulit mendapatkan sertifikasi. Misalnya guru bahasa daerah, dia kan mengajar tergantung kebijakan kepala daerah,  ketika gubernur tidak mendorong bahasa daerahnya dalam kurikulum  maka nasib mereka menjadi tidak jelas,” ungkapnya.

Maka dari itu, Politisi dapil Jawa Barat II tersebut mengatakan pihaknya  meminta Kemendikbud untuk membuat roadmap terhadap kesejahteraan guru sehingga para guru tidak merasa gelisah. Sebab, kesejateran merupakan indikator terpenting dalam memajukan pendidikan.

“Memang banyak hal yang harus dibenai untuk mengangkat kesejahteraan guru, termasuk bagaimana kita meningkatkan bukan hanya kaulitas tetapi juga kuantitasnya.  Maka kita minta ada  indikator yang jelas dan berkeadilan,” tutupnya.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com