Regulasi

HMI Tolak Perwali Tangerang tentang Larangan Unjuk Rasa Sabtu-Minggu

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang Raya

TANGERANG, EDUNEWS.ID – Insiden penamparan Kasat Intel Polrestro Tangerang, AKBP Danu terhadap buruh perempuan dari PT Panarub Dwikarya, Emelia Yanti saat aksi di Tugu Adipura, Kota Tangerang pada Minggu (9/4/2017) menuai kecaman.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang Raya, Abdul Muhyi mengatakan, dirinya sangat menyayangkan insiden tersebut. Dirinya menilai bahwa aksi unjuk rasa merupakan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapatnya terhadap kebijakan pemerintah.

“Hanya karena Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 2 tahun 2017 tentang pelarang aksi demonstrasi pada Sabtu dan Minggu itu. Dia (AKBP Danu) sampai menampar. Seharusnya kalau pun emang melarang, laranglah dengan bijak, karena dia adalah aparat hukum,” ujar Muhyi kepada edunews.id, Senin (10/4/2017).

Baca juga :  PPDB, Jalur Akademik akan Diubah

Namun, dirinya pun sangat menyesalkan atas adanya Perwali Kota Tangerang yang melarang masyarakat untuk melakukan unjuk rasa pada Sabtu dan Minggu. Muhyi mengatakan, Perwali itu bertentangan dengan undang-undang (UU) nomor 9 tahun 1998 tentang kebebasan pendapat.

“Karena Perwali adalah turunan dari UU itu sendiri, bukan kebalikannya. Ini mah ambisi Wali Kota Tangerang yang merampas hak kebebasan pendapat dan berekspresi dimuka umum. Malah, seperti Wali Kota Tangerang takut dikritik oleh masyarakatnya sendiri,” tegas Muhyi.

Maka dari itu, HMI menolak atas Perwali nomor 2 tahun 2017 yang telah disahkan. Bahkan dirinya meminta DPRD Kota Tangerang untuk melakukan pencabutan Perwali itu.

EDUENWS.ID

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com