Kampus

Komisi X : Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 Memberatkan Dosen

Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir menerbitkan Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 tentang Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor. Peraturan itu menyebutkan mengenai syarat untuk memperoleh tunjangan profesi bagi lektor kepala.

Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana menilai, penerapan Permenristekdikti tersebut memberatkan para dosen. Imbas dari peraturan ini, adanya kewajiban publikasi karya ilmiah dari para dosen di jurnal internasional.

“Beberapa dosen banyak yang keberatan dengan Permenristek 20 Tahun 2017 yang mengatur tentang tunjangan dosen termasuk tunjangan dosen. Karena lebih mahal membuat karya ilmiah, dibanding tunjangan yang diperoleh,” ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Baca juga :  Komisi X DPR Soroti Kematian Taruna ATKP Makassar

Ia menambahkan, hal yang paling memberatkan adalah sisi biaya dan akses. Pasalnya, untuk bisa mempublikasikan jurnal ilmiah di jurnal internasional bereputasi, seorang dosen setidaknya harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 12 juta hingga Rp 15 juta. Menurutnya, hal itu sudah menjadi rahasia umum.

Advertisement

“Sedangkan untuk bisa membuat karya ilmiah tentunya harus didasarkan pada penelitian yang bisa memakan biaya sampai Rp 100 juta. Hal ini melampaui tunjangan yang diterima oleh seorang profesor selama satu tahun,” tegasnya.

Akibat dari kebijakan ini, menurutnya justru bukan memacu dosen untuk menghasilkan karya ilmiah yang bisa bersaing. Mengingat, dari segi jumlah penghasil karya ilmiah, Indonesia masih kalah dibanding negara tetangga. Justru ini menjadi punishment bagi para dosen, karena jika tak menghasilkan karya ilmiah, maka tunjangan akan dicabut.

“Tidak ada reward atau penghargaan kepada para dosen. Seharusnya ada peraturan soal pemberian reward kepada para dosen yang telah berhasil mempublikasikan karya ilmiah. Pemerintah juga mendorong dosen untuk menghasilkan karya ilmiah,” ketus Dadang.

[NHN]

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com