Kampus

Menristekdikti Larang PTN-BH Naikan UKT

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir menegaskan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) dilarang menaikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) saat menerima mahasiswa baru tahun ajaran 2017/2018.

Dengan status PTN-BH bukan berarti pihak kampus bisa mengkomersialisasi pendidikan tinggi dengan dalih untuk mengembangkan fasilitas pendidikan berkualitas dunia. Nasir menuturkan, PTN-BH seperti Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia diharapkan mampu menghimpun dana dari luar mahasiswa dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan produktivitas penelitian.

“PTN-BH itu harus lebih mandiri dan lebih baik. Tetapi tidak berarti biaya kuliah mahasiswa jadi semakin meningkat, harus tetap dalam kondisi sekarang,” ucap Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Baca juga :  Perguruan Tinggi Asing Hanya untuk Prodi Tertentu

Ia mengatakan, PTN-BH bisa lebih giat menjalin kerja sama dengan pihak swasta dan luar negeri dalam menghimpun dana pengembangan pendidikan. Selain Unpad dan UI, hingga saat ini setidaknya ada sebelas PTN-BH yang di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Kerja sama itu (dengan pihak swasta) bisa dikembangkan semua sehingga bisa menghasilkan revenue generating di kampus ini. Potensi kampus yang dimiiki harus dikembangkan terus. Jadi bukan berarti dengan PTNB-BH ini kampus melakukan komersialisasi pendidikan tinggi. Ini yang harus ditinggalkan. Menjadi PTN-BH harus lebih berkualitas,” ucap mantan rektor Universitas Diponegoro ini.

Baca juga :  UPRI Gelar Aksi Donor Darah Untuk Kemanusiaan

Ia menyatakan, semangat PTN-BH adalah untuk mendorong dunia pendidikan tinggi lebih produktif dalan melakukan riset berkualitas dunia. PTN-BH harus bisa mengelola keuangan secara mandiri dan lebih baik ketimbang saat menjadi PTN-BHMN (Badan Hukum Milik Negara).

“Seperti Unpad punya modal yang tidak perlu diragukan lagi, peluang dalam meningkatkan kualitas melalui otonomi dan mampu tembus dalam 500 perguruan tinggi terbaik dunia bisa tercapai. PTN-BH harus mampu mengkreasikan pola keuangan yang tidak membebankan mahasiswa,” ujarnya.

EDUNEWS.ID

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com