Regulasi

Menteri Anies : Hukuman Fisik Bagi Siswa di Sekolah Ilegal

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyatakan, hukuman kekerasan fisik dalam bentuk apapun di sekolah sudah ilegal. Aturan ini sudah ditetapkan di 100 negara, baik maju maupun negara Islam.

“Negara maju, negara timur, Cina, Jepang, Taiwan lalu negara Islam seperti Arab Saudi, Yaman, Oman dan sebagainya sudah tidak pakai hukuman fisik. Terus kenapa kalau negara kita tidak boleh gunakan kekerasan fisik?” ujar Anies kepada wartawan di Widya Chandra Jakarta, Senin malam (14/6/2016)

Menurut Anies, tindakan kekerasan yang dianggap efektif mendisiplinkan anak itu hanya berlaku di masa kolonial. Karena sudah memasuki masa moderen, masyarakat Indonesia termasuk guru tentu sebaiknya tidak menggunakan cara-cara tersebut.

Baca juga :  Waduh, Wali Murid Gembok Sekolah, ini Penyebabnya

Agar tidak dipidanakan orang tua siswa, Anies mengungkapkan, cara yang perlu dilakukan guru sangat mudah.

Advertisement

“Jangan cubit atau sentil, pokoknya jangan menghukum dengan kekerasan fisik,” jelas Alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) ini.

Anies menjelaskan, terdapat dua hal yang dilakukan orang tua atau guru yang acap memberikan sanksi berbentuk kekerasan fisik pada anak. Bentuk ini biasanya terdapat niat mendisiplinkan yang dicampuri dengan hasrat menyalurkan emosi. Padahal dua hal ini jelas tidak boleh dicampur dalam mendidik anak yang tepat dan baik.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sendiri, kata Anies, tengah menyiapkan buku panduan untuk para guru. Buku panduan ini disiapkan agar guru bisa mendisiplinkan anak tanpa harus melakukan kekerasan fisik.

[Rep]

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com