Hikmah

Mudik 2016 Telan Korban Jiwa, Sekjend ARUN : Bukti Pejabat Negara Gagal Jalankan Amanah Rakyat

JAKARTA, EDUNEWS.id – Sebanyak 17 pemudik meninggal dunia selama arus mudik Lebaran sejak 29 Juni hingga 5 Juli 2016 di wilayah Kabubaten Brebes, Jawa Tengah.

Jumlah tersebut diperoleh dari data resmi Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes yang dibenarkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho.

Data ini, lanjut Sutopo, telah dilaporkan Dinkes Brebes pada BPBD Brebes.

“Berdasarkan laporan, korban meninggal karena sakit sebelumnya, kelelahan, dan kecelakaan lalu lintas. Korban meninggal di tempat yang berbeda dan dalam waktu yang berbeda juga,” ujar Sutopo, Kamis (7/7/2016).

Terkait dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal DPP Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (DPP ARUN), Bob Hasan menilai bahwa Indonesia sudah saatnya malu bagi para pejabatnya yang terbukti gagal menjalankan amanah rakyat.

Baca juga :  Gugatan Politik Uang Ditolak, BW Nilai MK Pakai 'Paradigmatik' Lain

“Kalau kita melihat adanya kecelakaan sesekali dan pada tempat tertetentu maka akan ada pemberitahuan Jalan Rawan Macet, kalau kita punya tradisi sebagaimana yg ada di Indonesia yaitu pulang kampung (mudik) pada saat Hari Raya merupakan suatu kebiasaan yang tidak dapat dihindari, dan atas kebiasaan ini maka Pemerintah harus menyikapi dan mempersiapkan sebaik mungkin, artinya tidak dengan hanya memasang pengumuman Hati-hati di Jalan Banyak Korban Jiwa,” ujarnya melalui sambungan telepon, Jum’at (15/7/2016).

Tidak cukup dengan itu, Bob melanjutkan, kalau setiap tahun banyak menelan korban, maka mau tidak mau pemerintah harus putar otak sesuai dengan semboyannya Presiden Jokowi yaitu kerja, kerja dan kerja.

Baca juga :  Buah Peningkat Imunitas Ala Mahasiswa UGM
Advertisement

“Kita semua rakyat Indonesia bayar seluruh pajak, hasil pemungutan pajak untuk bayar gaji mereka (pejabat negara/pemerintah), dan harusnya dibayar gaji oleh rakyat haruss dilayanin dong apa yg menjadi kebutuhan rakyat,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan tugas Menteri Perhubungan (Menhub) bahwa dalam Inpres 3 tahun 2004 tentang koordinasi penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu ialah membentuk tim koordinasi persiapan transportasi lebaran, menyusun rencana operasi angkutan lebaran dan membuat kebijakan khusus untuk kelancaran angkutan dan transportasi lebaran dll.

Merujuk dari aturan tersebut pula Bob meminta agar budaya perkasanya kepemimpinan yang terbukti tidak mampu menjalankan tugas harus dicopot atau mengundurkan diri dari jabatannya.

“Kejadian ini sudah termasuk tragedi kemanusiaan dan akibat kecerobohan pelaksana tugas pemerintah, hal ini tidak cukup kata maaf, mohon Presiden dan jajarannya tidak hanya mengucap kata maaf dan segera melakukan tindakan apresiasi dengan mencopot pejabat yg berkompeten dalam kinerja ini,” tutupnya.

Terkait dengan musibah terjadi di jalur tol Brebes Exit (Brexit) sepanjang mudik lebaran 29 Juni – 5 Juli 2016 tersebut secara pribadi ia menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga korban.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com