Kampus

Pemerintah Susun Regulasi Satuan Pengawas Internal PTKIN

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama tengah menyusun draft regulasi tentang Satuan Pengawas Internal (SPI) di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Sesditjen Pendidikan Islam, M Ishom Yusqi mengatakan, regulasi ini diharapkan menjadi instrumen tata kelola dan akuntabilitas kampus. Untuk itu, keberadaan SPI di masing-masing PTKI perlu dikuatkan dengan payung hukum yang jelas.

“Penerbitan Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang SPI sangat penting untuk disegerakan dalam rangka memperkuat peran SPI di internal kampus. Karena itu, saya harap Dit. PTKI dapat segera menindaklanjuti dalam proses penyusunan draft PMA tentang SPI,” kata Ishom dalam Rapat Koordinasi PTKI dengan tema Pembahasan Draft PMA SPI pada PTKIN, Selasa (16/5/2017).

Baca juga :  AICIS 2016, Tiga Jurnal Milik PTKIN Diakui Internasional

Dikatakan Ishom, ada tiga kerangka kerja SPI dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel, yaitu: pre-audit, current-audit, dan post-audit. Dalam pre-audit, yang harus dipastikan oleh SPI adalah pada tahap perencanaan.

“Pre-audit menjadi tahapan untuk memastikan tidak ada lagi kesalahan akun dan nomenklatur. Selain itu, akan membantu perencana program dalam memastikan data-data yang digunakan sudah valid,” terang Sesditjen.

Terkait current-audit, Ishom menekankan pentingnya SPI melakukan audit untuk memastikan proses pencairan anggaran dan pelaksanaan program/kegiatan agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Jika pre-audit dan current-audit ini sudah bisa dilaksanakan secara optimal oleh SPI, maka pada tahap post-audit yang dilakukan oleh Itjen dan BPK akan mudah dihadapi, karena prosesnya sudah benar semuanya,” harap Ishom yang juga Guru Besar IAIN Ternate.

Baca juga :  Soal Larangan Ceramah di Kampus, Begini Sebenarnya Arahan Menag Menurut Forum PTKIN

Ishom mengapresiasi SPI UIN Walisongo Semarang yang dinilai dapat mewujudkan tata kelola dan akuntabilitas kampus. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya temuan pada pemeriksaan tahun 2016. Ishom berharap, hal sama juga bisa diterapkan di seluruh PTKIN.

“Saya berharap SPI PTKIN nanti akan menjadi best practice yang dapat diterapkan tidak hanya di PTKIN, tapi juga untuk PTKN yang ada di lingkungan Kementerian Agama,” pungkasnya.

EDUNEWS.ID

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!