Regulasi

Reni : PPP Berhasil Perjuangkan Buku Agama Masuk UU Sisbuk

Anggota Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Undang-undang (UU) Sistem Perbukuan (Sisbuk) baru saja disahkan dalam sidang paripurna DPR, Kamis (27/4/2017). Pengesahan ini dilakukan setelah sebelumnya Fraksi PPP meminta penundaan pengesahan RUU Sistem Perbukuan karena dalam draft sebelumnya, tidak adanya norma tentang buku agama.

“Dan tidak adanya kewenangan Kementerian Agama untuk mengurus buku agama, khususnya buku teks agama di sekolah,” kata Anggota Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati dalam keterangan tertulisnya kepada edunews.id, Kamis (27/4/2017).

Reni mengatakan setelah melalui perdebatan yang panjang, akhirnya norma tentang buku agama diatur khusus dalam UU Sisbuk dan memberi kewenangan kepada Kementerian Agama untuk bertanggungjawab terhadap konten buku agama baik untuk buku teks  di pendidikan umum seperti SD, SMP, SMA, SMK maupun MI, MTs, MA maupun di pendidikan keagamaan  seperti TPA, Paud, Ponpes, dan lain-lain.

Baca juga :  Radikalisme jadi Alasan Presiden Ambil Alih Pemilihan Rektor

“Ketentuan tentang pengaturan soal buku agama dan pemberian kewenangan terhadap Kementerian Agama ini telah tertuang dalam Pasal 6 ayat 2, 3, 4, dan 9. Usulan tersebut murni bersal dari Kelompok Fraksi (Poksi) Fraksi PPP di Panitia Kerja RUU Sisbuk,” kata Wakil Ketua Umum DPP PPP ini.

Reni menjelaskan, upaya tersebut semata-mata wujud komitmen PPP dalam menegakkan nilai-nilai agama khususnya di jalur pendidikan melalui ketersediaan buku yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam.

“Dengan adanya norma dan ketentuan tersebut, kami optimistis akan mampu menghadirkan penerbitan buku agama yang sesuai dengan ajaran Islam yang benar seperti mengajarkan kedamaian, mempromosikan kasih sayang antarsesama dan lain-lain,” ujar Reni.

Baca juga :  Jokowi Terbitkan Surpres, UU ASN akan Disahkan

Di sisi lain, Reni melanjutkan, dengan masuknya norma tersebut, ada komitmen yang kuat dari UU untuk peduli terhadap buku agama sebagai sarana penguatan pemahaman keagamaan khususnya bagi anak didik.

“Setelah UU Sistem Perbukuan ini disahkan, kami yakin buku bukan hanya berkualitas, terjangkau, tetapi juga kontennya baik dan benar,” imbuh Reni.

Terkait hal tersebut, pihaknya juga meminta agar Kementerian Agama sebagai leading sector terkait hal tersebut agar menyiapkan sistem yang ajeg agar UU Sisbuk dapat efektif dilaksanakan di lapangan.

“Semua langkah ini semata-mata dimaksudkan untuk menyiapkan generasi bangsa yang tidak hanya cerdas dalam bidang ilmu pengetahuan namun juga cerdas dalam bidang spritual,” ujarnya memungkasi.

Baca juga :  Kemenag akan Lakukan Penulisan Buku Agama

EDUNEWS.ID

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com