Pendidikan

Soal Kebijakan Regrouping, Kepsek SD Juga Menolah

SOLO, EDUNEWS.ID – Sekolah dasar negeri (SDN) di Solo digabung atau regrouping dikarenakan tak memenuhi standar jumlah rombongan belajar. Kepala SDN Kusumodilagan, Suroso, mengaku para wali murid berharap sekolah tak digabung. Terlebih jika nantinya mereka mesti pindah lokasi belajar di sekolah lain.

“Orang tua murid menghendaki supaya sekolah ini tak ditutup. Kasihan jika anak-anak ini harus menempuh jarak yang cukup jauh ke sekolah baru. Tapi, kami menyadari tak mudah untuk mendapatkan siswa pada tahun ajaran baru nanti,” terangnya, Rabu (17/5/2017).

Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Solo, Wahyono, memaparkan tahun ini ada delapan kelompok regrouping di tingkat SD. Antara lain, ada 15 SD yang rencananya digabung, baik tiga SD menjadi satu, maupun dua SD menjadi satu. Namun, satu sekolah akan diubah menjadi sekolah satu atap (Satap).

Baca juga :  Mendikbud : Kepala Sekolah Tak Berprestasi Bisa Diturunkan
Advertisement

“Ada delapan kelompok regrouping yang bakal direalisasikan tahun ini. Hal ini karena dipengaruhi berbagai hal. Meskipun demikian, pendidikan di Kota Solo ini terbilang cukup baik daripada daerah lain yang terbukti lewat berbagai prestasi yang berhasil diraih,” ungkapnya.

EDUNEWS.ID

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com