Regulasi

Jangan Mimpi Proses Penerimaan Siswa di Kendari Bebas Pungutan, Nih Buktinya !

KENDARI, EDUNEWS.id – Dua orangtua calon siswa SMAN 5 Kendari, Sulawesi Tenggara, mengeluhkan pungutan uang pendaftaran pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB). Setiap orangtua dibebankan Rp910 ribu.

Salah seorang orangtua siswa, Hasan, mengatakan, anaknya telah dinyatakan lolos seleksi oleh pihak sekolah. Namun saat mendaftar kembali, pihak sekolah meminta pembayaran sebesar Rp910 ribu tersebut.

“Karena saya belum menyediakan sejumlah uang yang diminta sekolah, maka anak saya tidak didaftarkan kembali sebagai siswa baru di sekolah itu,” katanya, seperti dilansir Antara, Sabtu (25/6/2016) lalu.

Menurut Hasan, pungutan sebesar Rp910 ribu per siswa baru tersebut hanya diputuskan sepihak oleh pengelola sekolah. Seharusnya, kata dia, sebelum menetapkan nilai pungutan, pihak sekolah lebih dahulu meminta persetujuan orangtua siswa melalui rapat komite sekolah.

Baca juga :  Dorong Pemerataan Dokter Spesialis, Insentif Ditingkatkan

“Saya tidak habis pikir, kok ada sekolah di Kendari ini yang menerapkan aturan seperti itu, memungut uang kepada siswa tanpa persetujuan orangtua siswa lebih dahulu,” ujar Hasan.

Keterangan serupa juga diungkapkan orangtua siswa baru lainnya yang minta namanya tidak ditulis. Orangtua siswa tersebut mengaku anaknya ikut mendaftar PPDB di SMAN 5 Kendari, namun belum dapat diterima mendaftar kembali sebagai siswa baru di sekolah karena belum bisa membayar uang yang diminta pihak sekolah.

“Saya masih mengupayakan uang yang diminta pihak sekolah itu agar anak saya bisa diterima sebagai siswa baru di sekolah itu,” katanya.

Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Kendari, Rahimi yang dikonfirmasi soal pembayaran sebesar Rp910 ribu untuk bisa mendaftar kembali di sekolah tersebut tidak membantahnya. Menurut dia, uang tersebut terdiri dari uang komite sekolah selama tiga bulan sebesar Rp300 ribu, uang sumbangan pembangunan gedung sekolah sebesar Rp250 ribu, dan uang pembelian atribut sekolah sebesar Rp360 ribu.

Baca juga :  Menteri Anies Apresiasi Guru yang Rela tak Antar Anaknya ke Sekolah

“Pungutan itu sudah menjadi ketentuan sekolah. Namun jika ada orangtua siswa yang tidak sanggup membayar, yang bersangkutan bisa menghadap kepala sekolah untuk mendapatkan keringanan atau bahkan pembebasan dari pembayaran tersebut,” katanya.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com