SEKOLAH

Kejari Karawang Usut Bangunan Sekolah yang Ambruk

KARAWANG, EDUNEWS.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang mulai mengusut sejumlah bangunan sekolah yang ambruk. Tim penyidik kejaksaan, di bawah komando Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) bahkan Kejari tengah giat mengumpulkan bukti-bukti awal kasus ambruknya bangunan sekolah tersebut.

“Kami telah membentuk tim yang dipimpin Kasis Pidsus, Titin Herawati Utara untuk menyelidiki kasus tersebut,” ujar Kepala Kejari Karawang, Sukardi, Senin (20/2/2017).

Menurutnya, penanganan kasus itu menjadi prioritas Kejari Karawang 2017 ini. Kajari menduga ada penyelewengan dalam pembangunan sekolah yang ambruk tersebut.

Disebutkan, pembetukan tim penyelidikan kasus sekolah ambruk dibetuk setelah hal itu ramai diberitakan media massa. Tim penyidik mengumpulkan bukti-bukti permulaan, seperti kliping berita dan bukti fisik sekolah-sekolah yang ambruk itu.

Baca juga :  SMP di Luwuk ini Kondisinya Memprihatinkan

“Kasi Pidsus masih pendidikan di luar negeri, penanganannya mungkin tertunda. Nanti setelah pulang pendidikan, kasus ini akan dilanjutkan lagi,” katanya.

Sukardi mengatakan dalam menangani kasus dugaan korupsi pembangunan sekolah tahun anggaran 2012, pihaknya tidak menangani kasus per kasus. Namun pelaksanaan pembangunan semua sekolah saat itu akan diselidiki.

Hal tersebut dilakukan karena spesifikasi bangunan semuanya sama. Artinya, hal itu harus ditangani secara menyeluruh mulai dari perencanaan hingga kegiatan tersebut dilaksanakan.

“Kalau kami tangani setiap sekolah makan waktu. Jadi seluruhnya saja, pada tahun 2012 itu kan banyak sekolah dibangun,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya kasus sekolah rubuh secara bergiliran terjadi di Kabupaten Karawang. Hampir semua sekolah yang rubuh tersebut dibangun tahun anggaran 2012.

Baca juga :  Kementerian BUMN Kembangkan SMK Program Studi Gula

Beberapa di antaranya diduga dibangun tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Hal itu terlihat dari atap sekolah yang menggunakan rangka baja ringan, namun gentingnya terbuat dari press tanah liat .

Saat musim hujan, bobot genting naik hingga tidak mampu ditahan oleh baja ringan. Akhirnya atap tersebut ambruk menimpa bangku belajar.

Awal 2017 ini sudah empat bangunan sekolah yang ambruk. Sekolah itu adalah satu unit bangunan SDN Ciptamargi II, di Desa Ciptamargi, Kecamatan Cibuaya, kemudian SDN Pusakajaya Selatan II di Desa Pusakajaya Selatan, Kecamatan Cibuaya, SMPN 1 Tirtajaja Desa Tirtajaya Kecamatan Tirtajaya, terakhir SMAN 1 Cikampek di Kecamatan Kota Baru.

Sembelumnya ada dua sekolah yang ambruk yaitu SMPN 1 Telukjambe Timur tahun 2016 dan SMKN 1 Karawang yang ambruk tahun 2015 bahkan sempat melukai 2 siswanya.

Baca juga :  Kabupaten Bone Peringkat I Nilai UN SMP/MTs se Sulsel

[NHN/PR]

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com