Pendidikan

SD Reyot di Tuban ini Disulap Pertamina jadi Megah

 

 

 

TUBAN, EDUNEWS.ID – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rahayu namanya. Terletak di antara persawahan di Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Bangunan SDN Rahayu terlihat megah dengan nuansa warna hijau.

Padahal, bangunan 2 lantai tersebut sebelumnya tampak reyot dan hampir roboh. Beruntung program Corporate Social Responsibility (CSR) operator minyak dan gas bumi (migas) Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB PPEJ) pada 2014 menyelamatkannya.

Kepala SDN Rahayu, Sri Rahayu, mengatakan kondisi gedung yang representatif dan memiliki media pembelajaran yang lengkap menunjang siswa untuk nyaman melakukan proses belajar mengajar. Sehingga, kata dia, mempengaruhi prestasi yang diraih siswa.

“Sekarang se-kecamatan sekolah ini yang paling megah,” kata perempuan yang akrab disapa Yayu ini, Jumat (18/8/2017).

Baca juga :  Miris, 32 SD di Solo hanya punya 120 Siswa

Sri Rahayu mengatakan, siswa-siswi SDN Rahayu lebih menonjol prestasi di sisi non-akademik. Beberapa prestasi yang diraih hingga tingkat provinsi, salah satunya bidang seni dan olahraga. Mereka pernah meraih juara tingkat provinsi pada ajang pantonim. Olahraga tenis meja juga berkembang di kalangan siswa-siswi SDN Rahayu.

Total, di 2016, sekolah yang berada di ring I lapangan migas Mudi dengan operator JOB PPEJ ini meraup tujuh prestasi di bidang olahraga di tingkat Kabupaten Tuban. Salah satu guru SDN Rahayu, Jumiatin, yang mengajar sejak 2012, mengaku bahwa adanya pembangunan gedung baru ini sangat mempengaruhi proses belajar-mengajar.

Sebab, di gedung lama, hawa udara sangat panas. Sedang di gedung baru, hawanya lebih sejuk. Proses belajar-mengajar tak terganggu apapun meskipun pada siang hari. Ruang gedung yang luas membuat siswa tetap punya konsentrasi tinggi menerima pelajaran yang diberikan guru di kelas maupun luar kelas.

Baca juga :  Soal Dana Pemulihan Operasi Tambang, Pertamina Keberatan
Advertisement

“Belajar di gedung ini lebih betah dan nyaman,” ungkap Jumiatin.

18 Ruang kelas yang disediakan saat ini mampu menampung sebanyak 279 siswa. Rata-rata tiap tahun pelajaran baru, siswa baru yang masuk SDN Rahayu berkisar antara 250 hingga 300 siswa.

Dalam kesempatan yang sama, Field Admin Superintendent, Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB PPEJ), Akbar Pradima mengatakan, selain pembangunan gedung, JOB PPEJ juga mengalokasikan dana beasiswa pendidikan untuk siswa berprestasi bagi keluarga kurang mampu.

Pada 2015, ada sekitar tujuh sekolah yang berlokasi di wilayah Ring I Tuban dan Bojonegoro mendapatkan beasiswa prestasi dengan total dana sebesar Rp 53 juta, yaitu di Desa Rahayu, Bulurejo, Soko Sari, dan Kebonagung yang berlokasi di Tuban. Sementara di Bojonegoro, beasiswa diberikan kepada siswa SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Campurejo, Ngampel, dan Sambiroto.

“Kami akan terus mendorong dan mendukung peningkatan mutu dan prestasi pendidikan anak-anak di Tuban dan Bojonegoro, utamanya yang berada di wilayah Ring 1 tempat produksi kami,” tutupnya.

MERDEKA.COM

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com