Pendidikan

SMA Negeri 1 Jatiluhur Lakukan Pungli untuk UNBK

PURWAKARTA, EDUNEWS.ID – SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat diduga melakukan pungutan liar terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Para orang tua yang anaknya akan mengikuti ujian tersebut, harus membayar Rp300 ribu untuk komputer dan Rp30 ribu perbulan (selama tiga bulan) untuk biaya perawatan perangkat tersebut.

“Padahal, pada musyawarah yang digelar antara pihak sekolah, komite dan orang tua siswa sebelumnya, semua biaya perawatan, genset, pengamanan UNBK ditanggung oleh pihak sekolah, tapi pada prakteknya kini dibebankan pada orang tua siswa. Ini memberatkan,” ujar salah satu orang tua siswa SMAN 1 Jatiluhur, Mumuh Muchlis, Minggu (12/3/2017).

Ia menyesalkan pungutan yang dilakukan pihak sekolah secara sepihak ke setiap wali murid atau orang tua siswa. Padahal hasil musyawarah sebelumnya tidak seperti itu.

Baca juga :  Mendikbud Tekankan Empat Hal Kepada Guru Ratusan Guru di Kota Metro
Advertisement

“Ini jelas sangat memberatkan kita semua sebagai orangtua siswa,” imbuhnya.

Mumuh mempertanyakan dasar pertimbangan yang mana, sehingga pihak sekolah membuat anggaran yang tidak dimusyawarahkan dulu dengan orang tua murid.

“Jangan seperti ini, bisa saja saya katakan pungli karena pungutan ini tidak ada musyawarah dulu dengan pihak orang tua murid, apalagi nilainya cukup besar. Hitung saja jika dikalikan 380 siswa yang akan UNBK. Walau ini sifatnya partisipasi tapi kalau sudah dipatok seperti ini kita juga jadi segan kalau memberi jauh di bawah nilai yang diharapkan oleh pihak sekolah,” sebutnya.

EDUNEWS.ID

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com