EDUNEWS

Tison Sahabudin, Sang Inspirator Dari Suku Bajo

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ketika anda mendengar nama Tison, mungkin yang ada dalam benak pikiran anda adalah Michael Gerard Tyson alias Malik Abdul Azis petinju professional dan mantan juara kelas berat.  Namun Tison yang di maksud disini adalah Tison Sahabudin Bungin sang inspirator bagi generasi muda Indonesia khususnya Suku Bajo di  pulau Bungin, pulau dengan penduduk terpadat di dunia.

Tison, sapaan akrab bagi pria kelahiran Pulau Bungin 4 April 1989 kini menjadi icon untuk pulau bungin. Hal ini di dapati oleh reporter kami saat ingin bertemu dengan beliau. Semua orang di pulau Bungin mengenal nama Tison.

Padahal untuk mencari teman ataupun sanak family di pulau bungin tidaklah begitu muda lantaran padatnya penduduk dan lorong-lorong kecil yang banyak, namun tidaklah sulit kalau mau bertemu dengan Tison sang inspirator.

Baca juga :  Banyak Pemenjaraan, PGRI: Sekolah Bukan Lagi Tempat Nyaman Untuk Mengajar

Hal tersebut tidak terlepas dari ide-ide kreatif serta aksi nyata yang di lakukan oleh Tison dalam membangun pulau bungin.

Aksi nyata yang dilakukan oleh Tison di antaranya membangun Museum Nelayan pulau bungin, sebagai konseptor resto apung pulau bungin serta upaya-upaya pemberdayaan lainnya yang semuanya di lakukan demi membangun tanah kelahiran tercinta di pulau Bungin.

Efek positif dari apa yang dilakukan oleh tison, kini pulau bungin menjadi destinasi unggulan bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.  

Dulu pulau bungin tidak ada yang mengenal namun semenjak tison mencoba berspekulasi dengan ide-ide briliannya kini pulau bungin jadi mendunia, Oleh karena itu ketika pulau bungin sudah di kenal dan menjadi tempat wisata favoritmaka kami sangat berharap ke pemerintah untuk memperhatikan jalan masuk dari alas ke pulau bungin yang rusak parah, tandas ade pemuda pulau bungin.

Baca juga :  Wakil Ketua Dewan Syuro Wahdah Islamiyah Terima Sertifikasi Internasional ASEAN

Selain  dalam membangun masyarakat, di Pulau Bungin Tison juga aktif dalam dunia literasi, tercatat sudah 3 Buku lahir dari jari-jarinya, salah satu buku novel yang mendunia berjudul Dari Rahim Ombak (Novel tentang, Konservasi Karang, Pengebom, dan Cinta) yang tersebar di seluruh Toko gramedia bahkan di dunia. Jarang kita menemukan pemuda yang tidak sempat menyelesaikan kuliahnya namun sudah banyak berbuat untuk membangun masyarakat, ketimbang pemuda yang mempunyai gelar sarjana namun hanya menjadi sampah masyarakat ‘Pengangguran terdidik’.

Advertisement

Berkat semua aktivitas positif yang di lakukan olehnya  kini tison telah mendunia melalui prestasi-prestasi gemilanng baik dalam negeri maupun di dunia internasional. Akibatnya tisonpun sering di undang menjadi narasumber di forum-forum nasional maupun internasional.

Tercatatat pada Tahun 2011, Tison  mengikuti pendidikan ketahanan nasional pemuda di Jakarta dan Manila-Filipina bersama National Youth Comission Filipina  dan menjadi peserta didik dengan surat tanda tamat pendidikan predikat terbaik II.

Pada tahun 2011, Tison di nobatkan sebagai pemuda pelopor terbaik tingkat 1 Kabupaten Sumbawa Bidang Kelautan, Terbaik 1 Tingkat Provinsi NTB Bidang Kelautan dan terbaik III Nasional Bidang kelautan. Pada Tahun 2012 di usia 22 Tahun Tison tercatat sebagai ketua karang taruna terbaik 1 Kabupaten Sumbawa dan pada tahun yang sama juga tison tercatat sebagai tenaga inti karang taruna Indonesia dalam satuan tugas socsal Indotera .

Sepenggal kisah tentang Tison sang inspirator muda dari suku bajo pulau bungin, kiranya para sarajana muda perlu mengambil hiikmah bahwa untuk merubah suatu tatanan social masyarakat, kerja kerass dan kerja nyata sangat di butuhkan bukan gelar yang di agung-agungkan.

Semoga lahir lagi tison-tison baru di pesisir-pesisir negeri  yang bisa memberdayakan masyarakat pesisir yang selama ini jarang mendapatkan atensi serius dari pemerintah, Amien.

[Ari Kapitang]

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com