Gaya Hidup

Ingin Terbang Aman Bebas Corona, Perhatikan Tujuh Hal Ini

Ilustrasi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Mulai 15 Mei 2020 lalu, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk beradaptasi dan hidup berdampingan dengan virus corona. Kemudian ini pun disebut sebagai new normal. Sektor transportasi yang kemarin ditutup perlahan dibuka termasuk transportasi udara. Sejumlah maskapai mulai membuka rute penerbangan dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan.

Meski demikian, Anda masih wajar merasa was-was sebab transportasi umum memungkinkan Anda bertemu dengan lebih banyak orang. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memperhatikan hal-hal berikut agar bisa terbang aman dan bebas dari infeksi virus.

1. Riset maskapai

Setelah memegang syarat terbang seperti hasil rapid test atau PCR test, riset maskapai dan lihat cara mereka melindungi penumpang dan awak kabin. Banyak maskapai telah menyematkan informasi terkait Covid-19 di laman resmi mereka. Di sini akan tampak strategi yang diimplementasikan untuk menurunkan penyebaran virus selama penerbangan.

Baca juga :  Mengisi Liburan, EL CAN MAN 1 Bone Gelar Outbond Edutainment

David Freedman, profesor emeritus penyakit infeksi di University of Alabama, Birmingham, merekomendasikan memilih penerbangan yang menerapkan batasan ketat bawaan untuk menghindari kerumunan saat naik pesawat. Membatasi barang bawaan bisa mengurangi waktu untuk berdiri di lorong. Dia menambahkan, sebaiknya pelajari pula cara maskapai menyesuaikan layanan makanannya.

“Maskapai yang menyediakan layanan makanan lengkap menghadirkan risiko lebih tinggi (untuk menularkan virus),” tutur Freedman mengutip dari Livestrong.

Dia menuturkan layanan makanan lebih aman jika makanan sudah ditempatkan di kursi sebelum penumpang naik. Makanan ditaruh di wadah tertutup sehingga mudah dibuang. Selain itu, Freedman berpendapat gelas minuman individu sebaiknya tidak boleh diisi ulang awak kapal.

Baca juga :  Sering Sakit Kepala saat Puasa? ini 6 Penyebabnya

Di samping itu, perhatikan pula kebijakan penggunaan masker dan face shield (penutup muka). Penggunaan masker dan face shield sebaiknya dilakukan saat naik, selama penerbangan dan saat turun baik untuk penumpang maupun awak kabin.

2. Kurangi interaksi di bandara

Menurut Freedman, bicara soal kontak dan penularan virus justru bandara lebih berisiko daripada pesawat. Mulai dari check in hingga boarding, interaksi dengan orang lain seperti tak terelakkan. Namun ada beberapa tips untuk mengurangi interaksi.

International Air Transport Association (IATA) mendorong penumpang untuk mencetak boarding pass di rumah atau cukup tunjukkan boarding pass via ponsel. Usahakan pula untuk memilih self service saat di bandara.

Baca juga :  Berikut Enam Tanda Mental Anak Terganggu Gegara Corona

3. Kurangi ke toilet

Saat sudah berada di pesawat, kurangi kunjungan ke toilet atau sebisa mungkin tidak ke toilet. Freedman menilai, toilet adalah masalah. Mengapa? Bayangkan saja ada berapa banyak orang yang keluar masuk toilet dan ada banyak permukaan yang tersentuh seperti gagang pintu, keran maupun kenop penyiram kloset.

Advertisement

Ingat, virus corona bisa bertahan di permukaan selama berjam-jam bahkan berhari-hari. Tak heran buat maskapai, masalah kebersihan toilet sangat diperhatikan sehingga ada sebagian yang mempekerjakan staf kebersihan yang didedikasikan untuk membersihkan toilet terlebih maskapai yang melayani penerbangan panjang.

4. Jaga jarak dengan orang lain

Cukup sulit memang, tetapi sebisa mungkin Anda benar-benar menjaga jarak fisik dengan orang lain. Namun buat penerbangan kelas ekonomi tampaknya ini sulit. Pasalnya penumpang ditempatkan berdekatan seperti tanpa sekat.

Freedman menyarankan untuk membeli tiket penerbangan di luar ‘peak flight’ atau jam puncak. Perhatikan maskapai yang menawarkan penerbangan dengan batasan penumpang dan jarak antarpenumpang.

5. Pakai face shield

Satu benda yang sama sekali tidak boleh Anda lupa adalah masker. Namun sebagai lapisan tambahan, IATA merekomendasikan untuk mengenakan face shield buat penumpang maupun awak kabin.

Di pesawat, risiko terbesar Anda adalah tertular virus dari orang-orang yang duduk di sebelah Anda. Face shield bakal lebih melindungi saat dikenakan bersamaan dengan masker penutup mulut dan hidung. Ini pun menurunkan risiko penularan lewat batuk atau bersin. Saat orang batuk dan bersin, cairan bisa tersemprot hingga beberapa meter. Penggunaan masker atau face shield pun bisa menghindarkan Anda dari aktivitas menyentuh wajah.

6. Sedia hand sanitizer dan tisu basah

Virus corona bisa bertahan di permukaan dalam waktu cukup lama. Penting untuk membersihkan area tempat duduk dengan tisu basah atau desinfektan dalam kemasan semprot. Selain itu jaga tangan tetap bersih dengan menggunakan hand sanitizer yang kandungan alkoholnya minimal 60 persen. Penggunaan hand sanitizer pun meminimalisir kunjungan Anda ke toilet mengingat toilet bisa membawa lebih banyak risiko penularan lebih besar.

7. Cek kondisi kesehatan

Melakukan perjalanan sebenarnya tidak disarankan. Jika tidak ada keperluan penting dan mendesak, tetap di rumah adalah yang terbaik yang bisa dilakukan. Anda bisa saja memiliki risiko tinggi jika melakukan perjalanan.

“Jika Anda berada di kategori risiko tinggi dilihat dari umur dan status kesehatan, lalu ini penting untuk mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan,” ujar Elizabeth Scott, profesor biologi di Simmons University.

CDC menyebut mereka yang berusia 65 tahun ke atas, sistem imun rendah dan orang dengan kondisi kesehatan serius berisiko tinggi terinfeksi Covid-19.

 

 

cnn

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com