Kesehatan

Berikut Manfaat Makan Malam Lebih Awal, Salah Satunya Bisa Turunkan Berat Badan

ilustrasi

EDUNEWS.IDMakan malam saat hari masih petang –setidaknya pukul 18.00– mungkin bukan menjadi sebuah kebiasaan bagi banyak orang. Pasalnya, di tengah kesibukan pekerjaan, makan malam kerap harus tertunda. Yang penting, perut tetap terisi sebelum tidur, supaya istirahat bisa optimal.

Padahal, menyantap makan malam lebih awal bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, lho. Terutama, untuk mereka yang sedang menjalani diet menurunkan berat badan.

Tak hanya itu, kebiasaan ini juga akan mencegah timbulnya berbagai penyakit. Berikut telah kumparan rangkum lima manfaat makan malam di waktu yang lebih awal, di antaranya:

1. Menurunkan berat badan

Para ahli mengklaim, membatasi jam makan di rentang waktu pukul 06.00-19.00 bisa mencegah peningkatan kalori secara drastis. Sebab, ketika waktu makan dibatasi, otomatis jumlah asupan kalori yang kita santap juga lebih sedikit.

Baca juga :  Berikut Belasan Makanan Bisa Menangkal Virus Corona

Selain itu, semakin lama kita tak menyantap makanan di malam hari, semakin banyak pula lemak yang ‘luruh’. Tubuh akan memiliki waktu untuk mencapai keadaan ketosis –saat di mana tubuh menggunakan simpanan lemak sebagai energi. Kadar lemak berkurang, berat badan pun menurun.

2. Baik bagi pencernaan

Makan saat tengah malam rupanya bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan pencernaan. Misalnya, gejala asam lambung naik, dan perut kembung.

Oleh karena itu, biasakan untuk makan lebih awal supaya sistem pencernaan lebih lancar. Kebiasaan makan ini juga akan membantu mengatur pergerakan usus, dan menjaga perut tetap sehat. Jangan lupa, untuk membatasi porsi makan malammu, ya!

3. Baik untuk kesehatan jantung

Baca juga :  Kemenkes Ikuti WHO Tak Anjurkan Bilik Disinfeksi

Tahukah kamu, makan malam yang terlalu larut bisa membahayakan kesehatan jantung, lho. Tim peneliti dari European Society of Cardiology mengungkapkan, orang-orang yang waktu makan malamnya mepet dengan jam tidur, akan mengalami penurunan kesehatan setelah terkena serangan jantung.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan, mereka memiliki risiko kematian, serangan jantung kumat, atau sakit di bagian dada empat hingga lima lipat lebih tinggi setelah 30 hari dirawat akibat penyakit jantung.

Advertisement

Bukan itu saja, studi lainnya yang dipresentasikan pada American Heart Association’s Scientific Sessions 2019, 16-18 November 2019 di Philadelphia, US menunjukkan, perempuan yang makan malam lewat pukul 18.00 cenderung berisiko terkena penyakit kardiovaskular.

4. Tidur lebih nyenyak

Makan berlebihan atau terlalu mepet dengan waktu tidur bisa meningkatkan risiko timbulnya rasa mulas dan pencernaan yang tak lancar. Akibatnya, tidur jadi tak nyenyak.

Ngemil di tengah malam juga akan membuat tubuh jadi waspada, dan mengganggu jam alami tubuh, mencegahnya untuk beristirahat dengan tenang. Sebaliknya, saat makan malam lebih awal, makanan bisa dicerna lebih baik, istirahat jadi lebih maksimal.

5. Asupan energi yang lebih baik

Pola makan yang teratur, yang dimulai dengan menu sarapan seimbang akan membuat energi positif, suasana hati, dan fungsi otak meningkat. Menunda waktu makan, sebaliknya, dapat membakar energi Anda, dan membuat gula darah menurun.

Imbasnya, tubuh jadi kelelahan, nafsu makan juga jadi membuncah. Nah, makan malam yang baik akan menciptakan tidur yang nyenyak, dan bermanfaat dalam mengoptimalkan energi keesokan harinya.

6. Menurunkan risiko diabetes

Menurut studi yang dipublikasikan dalam Experimental Physiology, makan pada jam yang lebih larut bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Saat sedang istirahat, organ tubuh tak akan bekerja.

Dampaknya, kita akan lebih rentan mengalami resistensi insulin ketika sel tubuh tak merespon dengan normal, dan berisiko terkena diabetes tipe-2. Untuk menurunkan risiko ini, biasakan untuk makan malam lebih awal.

kmp

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com