Kesehatan

Obat Jantung Aspirin Tak Direkomendasikan Bagi Lansia

 

EDUNEWS.ID – Konsumsi aspirin dalam dosis rendah setiap hari untuk mencegah serangan jantung pada kelompok dewasa tua berisiko tak lagi direkomendasikan. Hal ini diungkapkan oleh American College of Cardiology dan American Heart Association.

Sarapan dan TV Turunkan Risiko Penyakit Jantung, Caranya? Perempuan Muda Banyak Kena Serangan Jantung

Salah satu alasannya, saat ini dunia kedokteran sudah memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengelola faktor risiko serangan jantung. Beberapa di antaranya adalah hipertensi, diabetes, dan kadar kolesterol tinggi.

“Ini membawa perbedaan yang sangat besar, mungkin jauh melebihi manfaat apapun yang diberikan aspirin sebagai pencegahan primer,” jelas dokter spesialis jantung dari North Carolina, Kevin Campbell, seperti dilansir CNN.

Meski begitu, dokter boleh mempertimbangkan pemberian aspirin pada pasien lansia berisiko tinggi yang kesulitan menurunkan kolesterol ataupun mengelola kadar gula darah mereka. Aspirin boleh diberikan selama pasien yang bersangkutan tak memiliki peningkatan risiko terhadap pendarahan internal.

“Dokter perlu sangat selektif dalam meresepkan aspirin pada orang-orang yang belum diketahui riwayat penyakit kardiovaskularnya,” papar dokter spesialis jantung dari John Hopkins, Roger Blumenthal.

Alih-alih meresepkan aspirin, Blumenthal menilai optimasi kebiasaan gaya hidup dan mengontrol faktor risiko jauh lebih penting untuk mencegah serangan jantung. “Ini jauh lebih penting,” tutur Blumenthal.

Penggunaan aspirin pada kelompok yang lebih muda juga masuk ke dalam rekomendasi kelas 2b. Artinya, penggunaan aspirin bukan metode terbaik untuk mencegah serangan jantung. Senada dengan Blumenthal, Campbell juga lebih mengutamakan modifikasi gaya hidup sehat untuk para pasien yang tak diketahui riwayat kardiovaskularnya.

“Masih ada banyak debat di antara para ahli dan data ini tidak definitif,” ucap Campbell.

Terlepas dari itu, penggunaan aspirin bukan sama sekali tidak bermanfaat. Sebaliknya, penggunaan aspirin bisa menjadi terapi yang menyelamatkan jiwa bagi pasien dengan riwayat strok, serangan jantung, penggunaan stent, maupun dengan riwayat bedah jantung terbuka.

“Yang terpenting, kita harus menyesuaikan terapi untuk tiap pasien, berdasarkan situasi individual yang mereka miliki,” ujar Campbell.

rpl

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!