Kesehatan

Puasa Dijadikan Diet Turunkan Berat Badan Keliru

JAKARTA, EDUNEWS.ID — Puasa merupakan salah satu ibadah wajib bagi umat Islam di bulan Ramadan. Berpuasa diklaim bisa menurunkan berat badan atau membersihkan tubuh dari racun.

Tidak dimungkiri puasa yang mengharuskan seseorang untuk tak makan dan minum nyaris seharian bisa menurunkan bobot tubuh dalam waktu singkat. Namun hati-hati, saat puasa Anda juga harus menjaga pola makan dan pola hidup sehat. Jika tidak, akhirnya puasa memberikan efek negatif bagi tubuh.

Dalam hakikatnya, puasa adalah menahan hawa nafsu baik lapar maupun haus selama 12-13 jam sehari. Di zaman yang terus berkembang puasa bisa digunakan untuk kepentingan medis dan diawasi oleh dokter.

Puasa yang berlangsung satu atau dua hari tidak memberikan efek berbahaya bagi orang dewasa yang sehat. Tidak semua dianjurkan untuk berpuasa untuk orang yang berisiko tinggi seperti orang tua, orang yang memiliki riwayat penyakit kronis,ibu hamil dan anak-anak.

Baca juga :  Bahaya di Balik Gigi Berlubang pada Anak

Bahaya Puasa untuk Menurunkan Berat Badan

Puasa membuat seseorang mengurangi asupan kalori secara drastis dan secara tidak langsung akan menurunkan berat badan. Namun hal itu juga bisa menimbulkan masalah kesehatan yang lain seperti kehilangan massa otot. Apabila tidak diimbangi dengan olahraga maka tubuh akan bekerja lamban memengaruhi pembakaran kalori.

Saat puasa berat badan mengalami penurunan karena tubuh hanya kehilangan cairan dan lemak masih berada di dalam tubuh. Maka dari itu saat Anda berbuka puasa maka berat badan akan kembali sedia kala.

Namun tidak semua orang mengalami hal yang serupa, sebagian orang mengalami kenaikan berat badan karena metabolisme dalam bekerja lambat. Hal ini menyebabkan orang bisa bertambah berat saat puasa.

Baca juga :  Hadapi Virus Corona, Menkes Terawan Sebut Indonesia Siaga Satu
Advertisement

Di awal-awal, puasa mungkin juga memberikan efek samping seperti pusing, gula darah rendah, nyeri otot, lemah dan merasa kelelahan. Puasa dalam jangka waktu lama juga mengakibatkan anemia, daya tahan tubuh menurun, masalah hati dan ginjal serta detak jantung tidak teratur. Tidak hanya itu, tubuh juga akan kekurangan vitamin dan mineral, kerusakan otot hingga diare.

Tidak Membutuhkan Diet Detoks

Puasa dapat membersihkan tubuh dari zat-zat berbahaya yang dapat menyebabkan obesitas memang terdengar logis. Akan tetapi semua belum ada bukti ilmiah bahwa berpuasa akan membersihkan tubuh dari racun.

Tanpa disadari organ dalam tubuh seperti ginjal, hati, paru-paru, usus besar dan kulit sudah mengeluarkan racun dari tubuh. Jadi tak perlu memasukkan puasa sebagai salah satu metode diet.

Kebenaran Tentang Puasa

Para ahli gizi sepakat bahwa puasa tidak terlalu efektif untuk menurunkan berat badan bahkan berpotensi berbahaya untuk tubuh.

Alih-alih puasa, lebih baik memilih rencana makanan sehat dan pola hidup yang sehat untuk mendapatkan berat badan ideal. Anda bisa memilih diet sehat jangka panjang dengan menyediakan 1.200 kalori setiap harinya.

Siapkan buah, sayuran, biji-bijian, susu rendah lemak, protein tanpa lemak, dan lemak sehat tersaji di menu diet Anda. Jangan lewatkan untuk berolahraga atau aktivitas fisik agar berat badan turun lebih optimal.

Jadi Anda perlu ‘mencoret’ puasa sebagai salah satu metode diet demi menurunkan berat badan. Alih-alih mendapatkan berat badan ideal, Anda tidak bisa khusyuk menjalan ibadah di bulan Ramadan.

 

 

cnn

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com