Gaya Hidup

Langka, Bolehkah Masker Dipakai Berulang Kali?

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Di tengah kelangkaan masker, banyak orang terpikir untuk menggunakannya secara berulang. Padahal, belum tentu mereka membutuhkan masker.

Ahli respirologi anak dr Madeleine Ramdhani Jasin SpA menjelaskan, masker N95 dan masker bedah belakangan banyak dicari masyarakat. Di samping itu, ada juga yang memilih jenis lain, seperti masker kain dan masker kertas yang efek proteksinya minim.

Sebetulnya, siapakah yang perlu menggunakan masker? Bagaimana dalam kondisi krisis masker, apakah boleh dikenakan berulang kali? Berikut penjelasannya:

Masker N95

Warga menunjukkan masker jenis N95 di salah satu toko alat kesehatan di Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (3/3/2020). Dampak wabah Covid-19, harga masker N95 di Palembang melonjak Rp 1,6 juta per kotak atau Rp 85 ribu untuk satuan. – (Nova Wahyudi/Antara)

Masker N95 merupakan respirator, masker yang mempunyai kemampuan 95 persen atau lebih untuk memfiltrasi atau menyaring partikel yang ukurannya lebih besar dari 0,03 mikron. Umumnya digunakan oleh petugas kesehatan di rumah sakit yang akan melakukan tindakan yang dapat mengeluarkan aerosol, partikel sangat kecil dan bisa bertahan di udara, misalnya nebulisasi atau intubasi.

Baca juga :  Launching Iyrata Beauty di Hotel Claro akan Menghadirkan  Rafly D'Academy

“Tapi untuk di masyarakat awam, masker N95 tidak dianjurkan karena tidak ada bukti bahwa pemakaian masker N95 di lapangan akan membantu untuk mengurangi atau menangulangi virus seperti corona,” ujar Madeleine dalam Tanya Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Live Instagram akun resmi IDAI, Kamis (26/3/2020).

Bila N95 dipakai di masyarakat, tenaga medis berisiko kehabisan N95. Kelangkaan masker N95 akan merugikan kita semua.

“Jadi kita harus bijaksana, harus waspada, jangan sampai kita berperan dalam kelangkaan masker yang ada sekarang ini,” kata Madeleine.

Apakah N95 bisa dipakai ulang? Madeleine mengungkapkan, Tim Respirologi dan Infeksi IDAI sering berdiskusi bersama dan menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, dalam saat krisis masker, ada dua opsi yang bisa dilakukan, yaitu penggunaan masker dalam durasi yang lebih lama atau dipakai berulang kali.

Baca juga :  Tips Berpuasa Bagi Penderita Asam Lambung

“Untuk masker N95, yang dianjurkan adalah memperpanjang waktu penggunaannya misalnya sampai delapan jam,” kata Madeleine.

Akan tetapi, andaikan masker sudah kotor, kena percikan darah, atau ada tindakan yang mengenerasi aerosol, maka harus ganti. Kalau tidak, masih bisa digunakan.

Bagaimana dengan pemakaian berulang? Madeleine mengatakan, hingga kini memang ada kepustakaan yang mengatakan, masker N95 bisa disterilisasi. Namun, IDAI masih perlu mengkaji sehingga belum berani menganjurkan apakah itu dapat dilakukan.

Masker bedah

Masker bedah utamanya adalah untuk orang sakit supaya dia tidak menularkan virus ke sekitarnya. Andaikan ada orang sakit, harus keluar rumah, harus ke rumah sakit, maka dia harus pergi dengan masker bedah.

Masker bedah juga dibutuhkan oleh petugas kesehatan yang menangani pasien batuk-pilek di rumah sakit. Selain itu, masker bedah direkomendasikan pula bagi orang yang berada di lingkungan padat atau ada yang batuk dan pilek.

“Utamanya untuk orang sakit dan untuk petugas kesehatan,” jelas Madeleine.

Baca juga :  Ini Bahaya Terlalu Lama Rendam Kantung Teh bagi Kesehatan

Dalam keadaan krisis masker seperti sekarang, masker bedah boleh digunakan lebih lama. Dalam praktik yang ideal, anjurannya adalah diganti tiap empat jam atau ketika sudah basah, kotor, atau terciprat.

“Dalam kondisi sekarang, ada anjuran CDC yang menyebut masker bedah dapat dipakai sampai delapan jam selama tidak basah, tidak kotor, dan tidak terciprat,” katanya.

Boleh digunakan berulang? Madeleine mengatakan, masker bedah boleh dicopot dan dipakai lagi dalam satu hari. Tapi tentu harus dalam keadaan bersih, tidak kotor, tidak basah, dan tidak rusak.

Jika hendak sholat atau makan, simpan dulu maskernya. Buka dengan melepaskan talinya, jangan depannya karena bagian itu menangkap virus.

“Setelah itu, masker ditutup, bagian putih diluar, bagian berwarna di dalam,” ujar Madeleine.

Simpan masker ke dalam kantong atau plastik. Jangan lupa cuci tangan setelah lepas masker dan ketika akan memasangnya lagi.

“Setelah memakai masker, cuci tangan lagi,” ucap Madeleine.

rpl

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!