Gaya Hidup

Mana yang Lebih Efektif Masker Bedah atau Kain?

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Masker langka membuat sebagian orang terpaksa memakai masker kain sebagai pelindung. Namun, menurut pakar, penggunaan masker kain dianggap kurang efektif bila dibandingkan dengan masker bedah.

Menurut penelitian, masker bedah tiga kali lebih efektif melindungi pemakainya dibandingkan masker kain biasa. Sebab, filtrasi partikel debu atau virus masker kain lebih rendah dibandingkan masker kain.

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Erlina Burhan, mengungkap, masker kain bisa dipakai tetapi tidak seefektif masker bedah. Pasalnya, filtrasi partikelnya lebih rendah.

“Ini berdasarkan penelitian di UK yang meminta peserta menilai efektivitas masker apakah setelah memakai masker bisa merasakan bau zat-zat yang dipajankan kepadanya termasuk kemungkinan kebocoran. Kesimpulannya penggunaan masker bedah tiga kali lebih efektif dibandingkan masker kain,” katanya saat video conference bertema Protokol Menggunakan Masker di akun youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Rabu (1/4/2020).

Baca juga :  Olahraga di Luar Ruangan Selama Masa Corona, Perhatikan Lima Hal Ini

Dia melanjutkan, masker ini tidak bisa sepenuhnya memproteksi semua partikel, termasuk droplet dan airborne. Menurutnya, 40 sampai 90 persen partikel kecil dapat menembus masker jenis kain.

“Artinya masker kain melindungi droplet partikel besar, bukan yang kecil, yaitu partikel ukuran 3 mikron bisa 10-60 persen. Jadi idealnya dikombinasikan dengan pelindung wajah dan tetap menjaga jarak 1 meter karena tidak bisa memproteksi,” tuturnya.

Ia meminta masker kain bisa digunakan masyarakat yang sehat ketika berada di tempat umum. Namun, ia tidak merekomendasikan masker ini tidak digunakan para tenaga medis.

Erlina menegaskan, masker kain adalah pilihan terakhir untuk mencegah penularan virus apabila sudah tidak tersedia masker bedah. Tak hanya itu, masker kain memiliki kelebihan, yakni bisa dipakai berulang kali tetapi dicuci dengan detergen dan air panas karena bisa mematikan virus.

Baca juga :  FKIJK Sulselbar Gelar Opent Golf Turnament Series 2 di Padi Valley Gowa

Sementara, masker bedah bisa digunakan masyarakat sakit yang mengalami flu, influenza, batuk, hingga nyeri tenggorokan. Masker ini juga seharusnya dipakai tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan.

Kemudian ketika masyarakat memakai masker bedah, ia meminta masyarakat memakai masker dengan benar, yaitu harus menutupi hidung serta mulut, kalau perlu sampai dagu. Memiliki risiko kebocoran di bagian kiri dan kanan, maka masker hanya bisa digunakan sekali pakai.

“Apalagi kalau sudah basah maka masker jenis ini diganti,” ucapnya.

 

 

rpl

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com