Ipoel Simatupang

Pengalihan Isu dari Nobar Nasional G30SPKI ke DI/TII: Kecebong Kebanyakan Minum Buah Pohon Mojo

Oleh: Ipoel Simatoepang*

SIMILARITY, EDUNEWS.ID – Sungguh Indah cuaca di bulan September, cuaca yang panas membuat suasana begitu menggairahkan kepada semua insan di setiap pojok hunian. Cuaca yang memberi garis demerkasi antara kebutuhan jasmani yang selalu bergerak agar bisa memberi dakian keberadaan oksigen yang bersih ke organ-organ tubuh yang membutuhkan asupan itu.

Hujan yang sesekali datang menghampiri dikala cuaca panas yang menyelimuti bumi pertiwi di seantaro negeri merasakan suasana yang tidak nyaman ini di sepanjang perjalanan harian Waktu tanpa henti. Pusaran hujan yang terus memberi berkah kepada alam ini memberikan suasana September ceria.

September ceria terjadi karena adanya cerita dunia yang di bungkus keinginan luhur dari penerus bangsa untuk memberikan sejarah kelam bangsa Indonesia atas pengkhianatan yang dilakukan oleh PKI kepada bangsa Indonesia. Suatu kejadian yang menyayat hari karena banyaknya korban dari umat Islam.

Semua bisa membaca kenyataan kejadian ini yang mengharukan bagi setiap insan yang berakal. Kekejaman yang dilakukan oleh PKI dengan membunuh para Jendral, pejabat dan umat Islam agar mereka bisa menguasai negara ini. Kasus nyata ini memberikan kepada bangsa Indonesia bahwa PKI pernah merajalela jendak mengkudeta negara ini.

Kejadian yang diabadikan oleh sutradara film Arifin C Noer dan diputar pertama kali tahun 1984. Film yang menggambarkan kronologi kejadian G30SPKI digambarkan secara runtut kepada pemirsa agar pemirsa mengetahui secara detail apa yang dilakukan oleh PKI ini.

Bulan September Ini tidak seperti bulan-bulan September tahun yang sudah berlalu. Suasana bulan September 2017 sangat terasa begitu bergairah dengan maraknya untuk nonton bareng film G30SPKI yang sudah lama tidak pernah dilakukan. Suasana yang terjadi saat ini menimbulkan semangat yang luar biasa merespon ajakan ini.

Apalagi panglima TNI menyerukan kepada semua satuannya untuk melakukan Nobar di seluruh Indonesia. Akakan yang ditanggapi dengan gegap gempita seluruh rakyat Indonesia yang mendambakan film ini disputar kembali. Masyarakat yang antusias sudah melakukan Nobar di tempat masing-masing dengan jumlah penonton yang luar biasa banyak.

Antusiasme masyarakat ini menandakan bahwa kebiadaban yang pernah dilakukan oleh PKI sangat penting diberitahukan kepada masyarakat agar semua was pada bahwa ideologi ini tidak pernah mati. Idiologi komunis saat ini sudah mulai menampakkan wujud nyata dan dimunculkan dengan terang-terangan.

Para pelajar yang pertama kali menonton film ini seperti diberitakan oleh media-media sangat antusias dan memberi komentar positif akan pentingnya para pelajar memahami kejadian yang dilakukan oleh PKI ini. Mereka begitu bersemangat melihat Nobar di sekolah masing-masing.

Antusiasme masyarakat yang luar biasa besar ini menunjukkan dukungan kepada Panglima TNI untuk bersama-sama melihat kenyataan bahwa yang dilakukan oleh PKI ini harus menjadi pelajaran yang tidak boleh terulang lagi.

Seperti biasa, setiap jalan baik belum tentu direspon dengan baik oleh individu dan maupun kelompok-kelompok yang lain. Kelompok yang tidak kreatif menanggapi ajakan Nobar ini. Mereka membuat asumsi sendiri bahwa nonton film ini tidak penting. Asumsi ini yang terus didengung-dengungkan kepada segenap hadirin yang mencermati perkembangan Nobar ini.

Ketidakkreatifan ini berupa permintaan untuk membandingkan PKI dengan DI/TII. Suatu permintaan yang membuat para hadirin geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak geleng-geleng kepala. Sudah jelas wujud film PKI sudah ada tinggal memutar saja seperti yang sudah dilakukan sebelumnya.

Seperti biasa para suporter kelompok penolak pemutaran film G30SPKI ini terus menggulirkan pendapat wak gak kerso, bahwa kalau ada film G30SPKI maka juga harus diputar film DI/TII supaya seimbang. Permintaan ini menunjukkan bahwa ketidakberdayaan melihat umat Islam yang bersatu dalam melawan ideologi komunis.

Kelompok toleran yang katanya begitu toleran terus mendengung-dengungkan upaya menggembosi Nobar G30SPKI ini tetapi kepentingan umat Islam yang besar untuk mengingatkan bahaya ideologi komunisme kepada anak cucunya lebih besar dibandingkan keinginan kaum toleran untuk mencapai keinginannya.

Menjadikan keheranan masal bagi kelompok pendukung Nobar yang digagas Panglima ini karena pada penolak Nobar ini juga banyak orang-orang Islam yang notabene mengerti tentang kejadian G30SPKI ini. Dengan berperan serta mendengungkan sisi lain, apa yang diharapkan bagi kelompok penyeru ini?

Para kecebong yang kebanyakan minum buah mojo juga terasa kejang-kejang dengan antusiasme masyarakat yang terus membesar untuk menonton film ini. Karena kecebong yang kebanyakan minum buah mojo tentunya mulutnya terasa kelu merasakan pahitnya buah mojo sehingga cara pikir mereka tidak sesuai dengan apa yang digembar gemborkan selama ini.

Bunyi Slogan Saya Pancasila, Saya Indonesia yang begitu menggema beberapa bulan yang lalu tentunya harus menghasilkan orang yang berketuhanan yang harus menolak ideologi komunisme. Tapi kenyataannya ketika acara Nobar film G30SPKI dig ikutkan oleh Panglima TNI, rasanya belum ada dukungan dari orang-orang yang menanggapi untuk berperan serta.

Pengalihan Isu dari Nobar Nasional G30SPKI ke DI/TII: Kecebong Kebanyakan minum buah pohon Mojo adalah gambaran yang terjadi saat ini, bagaimana kondisi yang sudah nyata dicoba dikaburkan terhadap produk yang belum ada. Buah pohon mojo itu memang rasanya pahit, kekalahan itu menimbulkan kepahitan tiada henti. Hanya kesabaran dan kesadaran akan kepahitan itu yang bisa menyembuhkan.

Mendekati penghujung akhir September, sudah memperlihtkan kemeriahan acara Nobar film G30SPKI ini akan mencapai puncaknya pada 30 September 2017 ini. Kesabaran masyarakat untuk menghadang penyebaran komunis di Indonesia akan diuji, seberapa besar masyarakat dapat mengusir ideologi komunis beserta antek-anteknya dari bumi pertiwi ini.

Ipoel Simatoepang. Penikmat Pendidikan.

Facebook Comments

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2017 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Close