Ipoel Simatupang

Sekolah Alam-Alaman, Perjuangan Mencapai Diferensiasi

Oleh: Ipoel Simatoepang*

0Sekolah Alam adalah fenomena tersendiri dalam perjalanan pendidikan di negeri ini. Model sekolah yang menjadikan alam sebagai bentuk pendidikan yang berbeda dari biasanya, baik yang di lakukan oleh Pemerintah maupun lembaga-lembaga yang sudah menjalankan pendidikan sejak lama di Indonesia.

Tawaran pendidikan yang bisa memberikan pilihan pendidikan kepada orang tua siswa tentang bentuk pendidikan sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang direncanakan untuk mengawal potensi setiap anak didik dengan model pembelajaran dan perhatian kepada potensi individu.

Seiring berjalannya waktu sampai hari ini telah menjamur sekolah alam di berbagai kota besar dan kota kecil dengan semakin tumbuhnya komunitas-komunitas baru dan keluarga muda yang membutuhkan sekolah alternatif tertentu bagi putra-putrinya.

Sekolah alam dengan berbagai versinya tidak bisa dipungkiri telah memberi kontribusi dan warna bagi pendidkan di Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Suatu masa yang cukup panjang telah dilalui membuktikan bahwa sekolah alam, memberikan bukti bahwa dengan berkembangnya sekolah ini telah memperoleh kepercayaan yang baik bagi masyarakat untuk mempercayai model sekolah ini.

Apa yang ditawarkan sekolah ini sehingga bisa mendapat kepercayaan dari masyarakat dan bisa eksis memberikan pencerahan pendidkan bagi putra putri orang berpendidikan?

Pola pendidikan di Indonesia yang semua aspek diatur dengan peraturan yang menyebabkan sebagaian masyarakat pemerhati pendidkan dengan pola yang ada kurang bisa memberikan kreatifitas yang berlebihan dan dilebihkan kepada anak-anak.

Anak dengan segala macam keunikannya membutuhkan situasi dan kondisi yang mendukung segala macam keunikannya agar dapat tumbuh dan berkembang sebaik mungkin untuk mendapat pengalaman belajar sesuai dengan keunikan individu anak tersebut.

Pengalaman belajar dengan memberikan kesempatan terbaik kepada individu ini membutuhkan tempat yang terbaik sesuai aspek perkembangan yang ingin dicapai sesuai dengan kurikulum yang dirancang oleh orang-orang yang berkecimpung dalam masalah pendidikan yang dibutuhkan.

Sekolah yang dirancang sesuai dengan kondisi alam merupkan wahana yang tepat untuk memberikan pengalaman langsung ke setiap individu yang unik untuk dapat mendaptkan pengalaman belajar bermakna pada lingkungan sekolah tersebut.

Sekolah yang dibuat menyesuaikan dengan kondisi yang tepat dan berada di lingkungan yang tepat bisa disebut dengan sekolah alam-alaman. Sekolah yang bisa dilihat memberikan inspirasi tersendiri dan memberikan kesan yang baik terhadap pelaksanaan pendidikan yang berbeda.

Perjuangan Diferensiasi inilah yang menjadi titik tolak sekolah alam-alaman untuk terus berupaya berbeda dengan sekolah formal lainnya. Proses membedakan diri dengan segala macam polanya tentunya menjadi peluang sekaligus tantangan tersendiri bagi sekolah alam-alaman.

Sekolah alam-alaman dengan segala macam kelebihan dan kekurangannya tentunya terus berupaya mencari pola terbaik agar bisa menjadi pelopor perubahan pendidikan yang cukup mendasar. Walaupun sekolah alam-alaman juga mencari pola agar tidak dianggap sekolah yang ngawur oleh sebagian masyarakat.

Pingin buat sekolah dengan biaya murah dan terjangkau? Buatlah sekolah alam-alamn, yang penting ada lahan cukup luas. Buat gubuk-gubuk untuk ngobrol dan menaruh tas guru dan anak-anak. Buat kamar mandi dan WC dari bambu atau kayu. Buat tempat bermain, bermain musik, menanam, kolam ikan, panjat pohon dan lain-lain agar anak-anak dapat bermain dengan riang gembira. Jadi deh sekolah alam.

Sekolah alam-alaman kelebihannya adalah kelebihan yang dilebih-lebihkan dengan diferensiasi-nya sehingga ini yang menjadi daya tarik tersendiri karena dikomunikasikan dengan memanfaatkan berbagai media agar kelebihan yang di lebih-lebihkan bisa dinikmati oleh siapapun dalam mencapai life skill atau kecakapan hidup setiap siswa.

Pola yang dikembangkan sekolah alam-alaman pada implementasi life skill/kecakapan hidup dalam keseharian inilah yang bisa menjadi titik tumpu pada pengembangan berkelanjutan. Pola ini perlu dipahami oleh segenap guru untuk bisa membedakan dengan sekolah formal, bukan hanya membanggakan spider web dan capaian lain untuk dapat dan lebih matoh.

Supaya matoh dalam satu kesatuan pendidikan kecakapn hidup dalam keseharian pembelajaran di sekolah alam-alaman, difokuskan pada General Life Skill (GLS) yang mencakup kesadaran diri atau kecakapan personal (self awareness), kecakapan berpikir rasional (thinking skill) dan kecakapan sosial (social skill). Hal ini didasarkan atas prinsip bahwa GLS merupakan fondasi kecakapan hidup yang akan diperlukan untuk mempelajari kecakapan hidup berikutnya dan bahkan untuk terjun dalam kehidupan sehari-hari.

Bila memahami tujuan life skill ini dan memahami unsur-unsur yang dikembangkannya maka apa yang dilakukan oleh sekolah alam-alaman dalam berjuang mencari diferensiasi semakin mudah untuk dilakukan. Pencapaian life skill/kecakapan hidup dengan segala macam model, metode, pendekatan pembelajaran muaranya adalah pencapaian itu pada setiap individu siswa yang bersekolah di sekolah alam-alaman.

Ipoel Simatoepang, Penikmat Pendidikan.

Facebook Comments

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2017 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Close