JABODETABEK

Kontroversi, ini Empat Masalah Bagi-Bagi Sembako di Monas

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Acara bagi-bagi sembako di Monas menyisakan beragam persoalan. Dari mulai masalah izin hingga jatuhnya korban jiwa. Wakil Gubernur Sandiaga Uno pun berjanji akan memanggil panitia kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Untukmu Indonesia (FUI) itu. Berikut empat persoalan acara bagi-bagi sembako yang memicu banyak kritikan.

1. Sampah Berserakan

Sampah berserakan mengotori Taman Monas, Jakarta pada Ahad (29/4/2018) pagi. Sampah-sampah yang berserakan tersebut merupakan sisa dari acara pembagian sembako yang berlangsung pada Sabtu (28/4/2018) kemarin. Sebelumnya, Forum Untukmu Indonesia (FUI) menggelar acara bagi-bagi sembako di Lapangan Monas pada Sabtu (28/4/2018).

2. Korban Jiwa

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, acara pembagian sembako di Lapangan Monas menewaskan dua anak. Kedua merupakan warga Pademangan, Jakarta Utara. “Fakta kejadian telah terjadi dan kami sangat prihatin. Keduanya warga Pademangan,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/4/2018) malam.

Baca juga :  Cuaca Jabodetabek Siang Nanti Diprediksi Diguyur Hujan

Korban diketahui bernama AR bersama MJ. Keduanya berusia 12 tahun dan 10 tahun harus kehilangan nyawa diduga setelah berdesak-desakan. Sandiaga menyatakan, akan ada investigasi lanjutan berkaitan dengan penyebab kematian kedua korban yang diderita pada saat terjadinya acara tersebut.

Namun kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, membantah dua anak korban tewas yang ditemukan di sekitar Monas pada Sabtu (28/4/2018) lalu akibat mengantre sembako. Argo pun menyebut salah satu korban yakni MR memiliki keterbelakangan mental.

“Setelah kita tanya dokter yang jaga, yang bersangkutan kekurangan cairan atau dehidrasi dan suhu badan tinggi. Menurut keterangan orang tua korban, korban ada riwayat keterbelakangan mental,” papar Argo saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Selasa (1/5/2018).

Baca juga :  Pemerintah Dukung DKI Jadi Percontohan Revitalisasi SMK

Pernyataan polisi itu disangkal oleh tetangga korban. Ketua RW 11 Pademangan Barat, Jakarta Utara, Andi Pane, mengatakan, korban MJ memang datang ke Monas untuk menukarkan kupon.

Berdasarkan cerita teman-teman MJ, dia menerangkan, korban pegang kupon dan ikut antre. Saat sedang antre, korban terjebak di tengah kerumunan sehingga mengalami sesak napas dan hampir pingsan. Kemudian, Satpol PP membawa korban ke tempat terbuka. Karena tidak kunjung sadar, dia menuturkan, korban akhirnya dirujuk ke RS Tarakan dan meninggal di sana.

Advertisement

Andi menerangkan orang tua korban mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui anaknya memiliki kupon. Bahkan, orang tua korban juga tidak mengetahui bahwa korban pergi ke Monas untuk menukarkan kupon tersebut.

3. Izin Pembagian Sembako

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengaku tidak mengetahui adanya rencana pembagian sembako oleh panitia yang dilaksanakan pada Sabtu (28/4/2018). Pembagian sembako itu menyebabkan kericuhan dan sampah yang bertebaran di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

“Panitia tidak menjelaskan perkiraan jumlah massa yang mau dihadirkan, ternyata sekitar pukul 11.15 WIB jumlah massa yang datang sudah sekitar 100 ribu orang, ” kata Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/4/2018).

Melihat situasi seperti itu, Mangara yang mengaku bersama Kapolres dan Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Jakarta Pusat serta Dandim langsung mengambil tindakan untuk menutup beberapa pintu masuk menuju Monas dan membuka pintu keluar yang ada di sisi dekat kantor Pertamina.

4. Catut Logo Pemprov

Panitia dari Forum Untukmu Indonesia yang melaksanakan pembagian sembako yang ricuh di Lapangan Monumen Nasional (Monas) pada hari Sabtu (28/4/2018) mencatut loga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

“Pelanggaran pertama panitia menggunakan logo resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tanpa izin. Jadi saya ingin garis bawahi bahwa ini bukan event Pemprov DKI,” kata Sandiaga usai bertemu dengan Panitia Forum Untuk Indonesia di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/4/2018).

Kedua, pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan kesepakatan awal yaitu ada pembagian sembako. Dan menurut Sandiaga, sudah tidak disetujui dari awal oleh Pemprov DKI. “Ketiga bahwa panitia tidak bertanggung jawab kepada kebersihan taman dan prasarana, serta kegiatan di sekeliling area Monas,” kata Wagub.

Keempat, tentunya kenyamanan dari pengunjung dan terjadi penumpukan pengunjung yang tidak diantisipasi dengan baik, dan tidak terkoordinasi dengan baik. Dan terakhir, kata Sandiaga, panitia tidak dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga ketertiban.

Edunews.

Kirim Berita via: redak[email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com