JABODETABEK

Pemprov DKI Belum Siap Bangun Taman Maju Bersama

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pembangun konsep taman maju bersama (TMB), belum dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Padahal, konsep TMB ini diinisiasi langsung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Ya betul, belum memiliki konsep yang matang untuk diimplementasikan tahun ini. Jadi, 10 taman (yang akan dibangun) itu bukan TMB. Kalaupun diaku, itu hanya untuk capaian kinerja TMB seperti yang telah dijanjikan oleh gubernur pada saat kampanye dan RPJMD saja,” ujar pemerhati lingkungan Universitas Trisakti, Nirwono Joga, di Jakarta, Selasa (11/9/2018).

Menurut Joga, aparatur sipil negara di Dinas Kehutanan sudah paham betul bahwa konsep TMB tidak bisa dilaksanakan tahun ini. Dari beberapa kali rapat yang diikutinya, kata Joga, Dinas Kehutanan belum memiliki konsep TMB sama sekali. Konsep yang dipaparkan hanya konsep umum dalam pembuatan taman.

“Dinas dan perwakilan TGUPP juga masih bingung sendiri mencari atau merumuskan konsep TMB. 10 taman yang akan dibangun tahun ini disepakati dalam rapat tersebut bukan TMB,” katanya.

Dia mengatakan, desain 10 taman tersebut sudah jadi. Bahkan, taman ini siap lelang sehingga tidak banyak memungkinkan untuk ubah desainnya Kalaupun diubah desain itu, tidak lebih dari 10 persen. Mengingat Dinas Kehutanan berkewajiban melakukan penyerapan anggaran, tegasnya, maka konsep 10 taman biasa itu pun dianggap sebagai TMB.

“Jadi, bagaimana mau disebut 10 taman tersebut sebagai TMB kalau konsepnya saja belum ada. Secara umum, ya seperti membangun taman kota biasa yang dilakukan oleh dinas pertamanan sejak dulu. Tidak ada pebedaan yang signifikan,” tegasnya.

Dalam pembangunan TMB, ungkapnya, diperlukan partisipasi masyarakat sejak perencanaan, pembangunan, hingga pengelolaan taman. Dalam perencanaan, si perancang harus sudah dapat masuk dari masyarakat sekitar yang akan menggunakan taman itu sejak dulu. Faktanya, hal itu tidak dilakukan.

“Kalau soal pembangunan taman yang baik, ya dilakukan kontraktor taman yang profesional agarr hasilnya bagus. Pengelolaan taman, ya harus dibawah dinas pertamanan sebagai dinas teknis yang mengurus taman. Tidak bisa dibebankan ke kelurahan atau warga sekitar/komunitas. Warga/komunitas hanya bs mengisi/menghidupkan taman dengan berbagai kegiatan yang menarik,” tuturnya.

Tahap Sosialisasi

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Djaffar Muchlisin mengatakan, pembangunan TMB masih dalam tahap sosialisasi dalam pelelangan. Pihaknya menargetkan, pembangunan TMB itu akan dimulai pada pertengahan September ini.

“Belum. masih konfirmasi pengecekan tendernya. Tahun ini ada 10 taman yang akan baru dibangun. Yakni di Rorotan, kampung baru Jakbar, dekat ragunan pasar Minggu, bambu apus Cipayung, jalan raya Pesanggrahan Mas Jaksel, jalan pahlawan kebon jeruk, jalan pagelaran Cipayung, jalan Lenteng agung Jagakarsa,” katanya.

Menurutnya, pembangunan 10 TMB itu menelan biaya hingga 27 miliar rupiah. Setiap taman, anggarannya berkisar 1-2 miliar rupiah. Diakuinya, proses lelang TMB ini cukup lama sehingga baru bisa dilaksanakan akhir tahun ini.

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!