JABODETABEK

Pemprov DKI Bukan Menggusur, tapi Menata 21 Kampung Kumuh di Jakarta

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menata 21 kampung kumuh di Ibu Kota. Penataan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 878 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Penataan Kampung dan Masyarakat.

Anies mengatakan, penataan kampung akan disesuaikan dengan kebutuhannya masing-masing. “Karena penataan ulang kampung tidak seragam untuk semua kampung. Setiap kampung memiliki karakternya berbeda-beda,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Dalam menata kampung kumuh, Anies menyebut, Pemprov tidak menggusur. “Kalau mau gampang, tinggal gusur saja. Gampang tuh, paling ramai. Tidak, kami ingin menghadirkan keadilan, bukan sekadar memindahkan orang. Jadi, ini prinsip yang akan kami pegang terus,” katanya.

Baca juga :  Dana Hibah Ditambah, Ormas Diguyur Duit Miliaran Rupiah

Penataan kampung kumuh saat ini, ucap Anies, akan melibatkan pakar dan warga. Dia menyebut, penataan itu dapat memfasilitasi dan menyesuaikan kebutuhan warga.

“Intinya secara garis besar adalah penataan lingkungan satu tanah adalah ada proses konsolidasi lahan, kemudian ada penyiapan untuk tempat tinggal yang baru, kemudian penataan lingkungannya sesudah dikonsolidasi. Nah, tiap tempat berbeda-beda,” kata dia.

Selain melibatkan pakar, Pemprov juga menggandeng Badan Pertanahan Nasional dan fasilitator adalah warga. “Jadi, fasilitatornya bukan dari pemerintah. Fasilitatornya adalah pihak tersendiri. Nah, kemudian masalah-masalah yang terkait dengan legal nantinya harus diselesaikan oleh Pemprov. Karena pasti ada urusan-urusan legal di situ,” kata Anies.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!