JABODETABEK

RSUD di DKI Alami Krisis Obat

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta mengalami krisis obat karena BPJS Kesehatan terlambat membayar tagihan biaya pelayanan kesehatan warga ke pihak rumah sakit. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Saefullah, mengatakan sekarang ini sejumlah RSUD sudah kesulitan membeli obat.

“Rumah sakit ini sudah tidak bisa beli obat lagi. Terus orang yang datang ke rumah sakit bagaimana, kalau tidak ada obat? Dokternya juga lebih cenderung ingin jadi dokter puskesmas karena jelas ada TKD (tunjangan kerja daerah),” kata Saefullah dalam rapat Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) 2018 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (10/9/2018).

Baca juga :  DKI Kekurangan Lahan untuk RPTRA

Menurut Saefullah, sebenarnya Pemprov DKI setiap bulan selalu tepat waktu membayar setoran ke BPJS Kesehatan. Tetapi, entah kenapa BPJS Kesehatan terlambat membayar tagihan yang diajukan pihak rumah sakit. “Saya heran dan bingung dengan BPJS Kesehatan. Padahal setiap bulan rumah sakit banyak melayani pasien BPJS,” paparnya.

Saefullah menegaskan terjadinya krisis obat di RSUD merupakan tanggung jawab BPJS Kesehatan yang tidak menunaikan tugasnya membayar tagihan tepat waktu. “BPJS Pusat harus kami surati, ini bagaimana kondisinya seperti ini, harus berapa lama? Jaminannya seperti apa? DKI selama ini bayar kewajibannya sangat lancar ke BPJS,” tegasnya.

Advertisement

Dana Talangan

Sementara itu, Kepala Inspektorat DKI Jakarta, Michael Rolandi, mengusulkan agar setiap RSUD meminta anggaran talangan pembelian obat dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2018 yang sedang dibahas.

“Kalau sudah seperti ini, menurut saya, ada baiknya kita lakukan penganggaran subsidi di rumah sakit melalui belanjanya,” kata Michael. Michael menjelaskan subsidi yang dimaksud adalah subsidi bunga.

“RSUD sebenarnya bisa meminjam dana ke Bank DKI untuk menalangi tagihan yang belum dibayar BPJS Kesehatan. Namun, selama ini RSUD keberatan membayar bunga pinjaman,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf, mengatakan terdapat sejumlah penyebab terjadinya kekosongan obat di RSUD. “Kekosongan obat itu bisa bisa karena stok pabrik kosong, karena rumah sakit yang tidak pesan, karena tidak punya uang untuk memesan,” ujar Iqbal.

Iqbal mengatakan penelusuran ini mestinya dilakukan terlebih dahulu sebelum berkesimpulan krisis obat tersebut disebabkan keterlambatan pembayaran tagihan pihak BPJS.

Iqbal mengakui adanya keterlambatan pembayaran tagihan di sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD di Jakarta. “Tapi, RSUD kan pembiayaan tidak murni dari BPJS, dari pemprov juga. Ketika itu ada masalah kan harusnya manajemen rumah sakit melakukan skala prioritas,” ujarnya.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com