JABODETABEK

Warga DKI Menilai ‘Pelican Crossing’ Lebih Bermanfaat

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Masyarakat menilai fasilitas penyeberangan jalan berambu lalu lintas (pelican crossing) yang menggantikan jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan bundaran Hotel Indonesia depan Plaza Indonesia, Jakarta ke Hotel Pullman di seberangnya, bermanfaat.

“Fasilitas ini lebih bermanfaat bagi masyarakat saya rasa ya, bagi pekerja yang ada di sekitar sini juga, karena kita tidak perlu naik dan turun tangga yang menyulitkan juga bagi penyandang disabilitas,” kata Amel, yang ditemui selepas menggunakan Pelican Crossing di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Pengguna fasilitas yang ada di Jalan MH Thamrin tersebut, hanya perlu menekan tombol untuk mengaktifkan lampu penyeberangan dan menunggu selama 21 detik untuk mulai menyeberang. Para pejalan kaki sendiri diberikan waktu sekitar 13 detik untuk menyeberang dengan dibantu pengawalan dari masing-masing dua petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta di ruas barat dan timur jalan.

Baca juga :  Good!, Anies Sebar Masker Gratis ke Warga Jakarta

Dengan waktu yang hanya hitungan detik tersebut, pengemudi kendaraan mengharapkan fasilitas tersebut tidak memicu antrean kendaraan terutama pada jam-jam sibuk pada pagi dan sore hari, walau dari pantauan sejak pukul 10:00 WIB hingga 12:00 WIB, belum terjadi antrean panjang, kendaraan bermotor.

“Ya bagi saya fasilitas ini cukup baik untuk pejalan kaki, dan waktu tunggu yang dibutuhkan untuk pengendara juga tidak terlalu lama. Namun saya juga harap tidak terjadi antrean panjang saat jam-jam sibuk nantinya,” kata Fadil seorang pengendara kendaraan yang ditemui di lokasi.

Pengganti JPO Pelican Crossing sendiri digunakan sebagai pengganti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Bundaran HI yang dibongkar sejak Senin malam (30/7/2018). Dan pada Selasa badan JPO yang melintang antara Plaza Indonesia dan Hotel Pullman serta tiang pancang tengah sudah seluruhnya diturunkan sejak pukul 05:00 WIB.

Baca juga :  Warga Kalideres Tuntut Pembatasan Jam Operasional Truk

Ramah Bagi Masyarakat

Saat ini, sisa dari JPO tersebut hanya tiang pancang di ujung jembatan dan sebagian kecil tangganya.JPO itu sendiri, dibongkar karena dinilai Pemprov DKI menghalangi pemandangan ke arah Patung Selamat Datang.

Pelican crossing di Jalan MH Thamrin itu sendiri direncanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hanya bersifat sementara sampai terowongan mass rapid transit (MRT) rampung pada 2019 mendatang. Dengan rencana DKI Jakarta, fasilitas pelican crossing bersifat sementara, Ketua Koalisi Pejalan Kaki (KoPK) Alfred Sitorus mengatakan, pihaknya akan mensomasi Gubernur DKI Jakarta jika benar demikian.

“Ketika ada wacana pelican crossing Thamrin hanya sementara, maka KoPK yang akan pertama mensomasi Gubernur DKI Jakarta,” kata Alfred dalam pesan singkatnya.

Baca juga :  Pedagang Blok G Menolak Pindah, Sandi Mengaku Sosialisasi belum Selesai

Pasalnya, kata Alfred, pelican crossing merupakan fasilitas umum yang ramah bagi masyarakat dan bisa diakes siapa saja sehingga dia berharap fasilitas tersebut tidak diganti dengan fasilitas umum yang tidak nyaman bagi pejalan kaki.

Terlebih, jika akan digantikan oleh fasilitas penyeberangan bawah tanah yang tidak lebih baik dari pelican crossing dari sisi kenyamanan dan dana yang dibutuhkan. “Underpass yang disebutkan oleh gubernur itu selain sesuatu yang tidak berkeadilan untuk pejalan kaki terutama untuk disabilitas, ibu hamil, dari penganggaran juga akan lebih mahal dari pelican crossing yang semua orang bisa mengakses,” kata Alfred.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com