Dunia Islam

Berikut Mitos atau Fakta saat Puasa di Bulan Ramadan

ilustrasi.

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Setiap muslim wajib melaksanakan puasa Ramadan. Selain diwajibkan, menjalankan puasa juga memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Hanya saja, dalam perkembangannya ada beberapa mitos yang masih dipercaya orang saat puasa.

Tak sedikit mitos tentang puasa yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan tubuh Anda. Itu sebabnya Anda sebaiknya mengenali mitos dan fakta puasa Ramadan agar dapat menjalankannya dengan baik.

1. Mitos: sebaiknya tak olahraga
Manager of Nutrifood Research Center Felicia Kartawidjaja mengatakan, olahraga penting dilakukan meski sedang berpuasa.

Olahraga dapat menjaga tubuh agar tetap bugar dan segar saat berpuasa. Namun ada jam-jam tertentu di mana Anda sebaiknya berolahraga. Seperti menjelang berbuka puasa sambil menunggu waktu maghrib, atau setelah berbuka puasa.

Baca juga :  Penjelasan Al-Qur'an tentang Kepunahan Makhluk Hidup

“Jadi olahraga itu penting agar tubuh tetap bugar, bahkan bisa mencegah konstipasi, asalkan nutrisi terpenuhi dan istirahat cukup,” jelasnya.

2. Fakta: buka puasa dengan makanan manis
Sebagian orang masih menganggap sebaiknya tak makan makanan manis untuk berbuka puasa karena berbahaya bagi kesehatan.

Faktanya, makanan manis terutama buah-buahan sangat dianjurkan untuk berbuka puasa. Selama puasa 8 jam lamanya, tubuh kehilangan energi. Buah-buahan yang manis sepertikurma, pisang, alpukat, baik dikonsumsi untuk menggantikan energi yang hilang.

Tapi sebaiknya Anda juga perhatikan asupan makanan yang Anda konsumsi untuk berbuka agar tidak menambah kalori di badan. Jika memakankurma, cukup hanya dengan 2-3 butir disertai minum air putih.

Berbuka dengan makanan manis juga dianjurkan dalam Islam. Namun sebaiknya Anda menghindari makanan dengan pemanis buatan yang tinggi kalori tapi rendah nutrisinya.

Baca juga :  Berikut Majelis Taklim Kitab Kuning Online Terbaik di DKI Jakarta

3. Mitos: makan banyak saat sahur supaya tidak lapar
Sebaiknya Anda tidak makan terlalu banyak saat sahur maupun saat berbuka. Makan banyak dalam satu waktu dapat meningkatkan risiko terkena obesitas, hingga diabetes.

Makan banyak saat sahur juga tidak membuat Anda kenyang lebih lama. Justru malah membuat perut Anda kembung dan tidak nyaman.

“Makan banyak membuat perut jadi tidak nyaman karena kembung, jika dilakukan setiap hari selama 30 hari, dia bisa menumpuk kalori dan akhirnya menambah berat badan,” ujar Felicia.

4. Mitos: tidak masalah jika tak sahur
Sebaiknya Anda tidak melewatkan waktu sahur. Tidak makan sahur bisa menyebabkan dehidrasi dan kekurangan energi sehingga Anda merasa lemas sepanjang hari. Kekurangan energi juga bisa menyebabkan pusing dan membuat hari Anda jadi tidak produktif.

Baca juga :  Buka Puasa Bersama Jadi Pengobat Rindu Mahasiswa Indonesia di Belanda

Melewatkan sahur juga menyebabkan Anda menjadi makan lebih banyak atau overeating saat berbuka. Padahal makan berlebihan tidak bagus untuk kesehatan.

5. Fakta: penderita maag boleh berpuasa
Felicia mengatakan, orang pengidap maag boleh ikut berpuasa dengan syarat tertentu.
Pertama pastikan konsumsi makanan tidak men-trigger munculnya penyakit maag saat sahur atau berbuka. Konsumsi makanan pedas, asam, dan asin sebaiknya dihindari agar maag tidak kambuh. Penderita maag juga sebaiknya tidak langsung tidur setelah makan karena berpotensi meningkatkan asam lambung.

 

 

 

(*)

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com