Dunia Islam

Buka Puasa Bersama Jadi Pengobat Rindu Mahasiswa Indonesia di Belanda

BELANDA, EDUNEWS.id–Tidak terasa sudah dua pertiga bulan Ramadhan sudah berlalu. Seperti di negeri kincir angin Belanda, hal yang sama juga dialami oleh warga muslim dari berbagai negara termasuk dari Indonesia.

Di Belanda, berpuasa durasi 18,5 jam bukan menjadi halangan bagi warga muslim di sana , warga muslim di Utrecht, Belanda, juga demikian dalam menunaikan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan.
image “Panjangnya waktu berpuasa tersebut justru memberikan kesempatan kepada kami untuk menjalankan ibadah lebih banyak di siang hari” ujar Erna Norista , mahasiswa master Geosciences Utrecht University, dalam keterangannya ke edunews, Rabu (29/6/2016) waktu Indonesia.

Akan tetapi, rindu suasana Ramadhan di Indonesia sudah tidak terbendungkan. Apalagi kerinduan pada suasana menjelang hari raya lebaran. Kadang mereka berpikir, apakah anak-anak mereka bisa merasakan hangatnya suasana Ramadhan seperti yang pernah kami rasakan di Indonesia.

Baca juga :  Indonesia Juara Dua Olimpiade Sains Junior Internasional

image“Acara buka puasa bersama yang diadakan rutin setiap hari Sabtu malam di bulan Ramadhan oleh Stichting Generasi Baru (SGB), sebagai wadah perkumpulan warga muslim Indonesia di Utrecht, telah menjawab kekhawatiran kami”, tambah Cita Hanif Muflihah yang juga mahasiswa master jurusan Drug Innovation di Utrecht University.

Hangatnya jalinan silahturahmi warga Indonesia yang bermukim di Belanda selalu dirasakan. Kehangatan tersebut juga mengobati kekangenan mahasiswa di Belanda akan suasana Ramadhan di Indonesia.

imageHal ini juga dirasakan oleh NurRahma, mahasiswa master Ilmu Pendidikan Fisika di Utrecht University yang baru sekitar 5 bulan berada di Utrecht.

“Berkumpul dengan warga Indonesia di Belanda selalu dapat mengobati rasa kangen saya dengan keluarga dan teman-teman di Indonesia. Apalagi dengan tersedianya menu makanan khas Indonesia yang dibuat oleh catering Ibu-Ibu Utrecht, telah memberikan cita rasa tersendiri untuk Ramadhan pertama saya di Belanda ini”, kata Cita.

Baca juga :  Kelas Inspirasi, Kontribusi Para Profesional untuk Pendidikan Indonesia

imageAcara buka puasa bersama di SGB yang diadakan pada Sabtu, 25 Juni 2016 merupakan acara buka bersama yang ke 3 di periode bulan Ramadhan 1437 H.

Acara ini dibuka oleh ketua SGB-Utrecht, Supardi Hasanuddin dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh 2 peserta didik TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an) SGB-Utrecht yakni ananda Stefan dan ananda Aufa, yang membaca beberapa ayat dari surah Yusuf dan surah Al Mulk.

“Setiap tahunnya, jamaah yang ikut acara buka puasa bersama di musholla SGB bertambah terus, karena SGB semakin dikenal luas oleh masyarakat dan mahasiswa Indonesia di Utrecht dan sekitarnya. Seperti tahun ini, warga Indonesia yang datang ke acara ini, tidak hanya berasal dari kota Utrecht, tetapi juga dari kota-kota di luar Utrecht, seperti Amersfoort, Amstelveen, Almere, dan Den Haag”, papar Supardi yang sudah tinggal 10 tahun di Utrecht.

Baca juga :  Ketua KNPI Banten Terpilih Langgar UU MD3
Advertisement

imageSetelah pembacaan ayat-ayat Al Quran, acara dilanjutkan dengan kajian Islam yang disampaikan oleh ustadz. DR.rer.nat. Makky S. Jaya dengan tema “Urgensi dan Keutamaan Zakat, Infaq, dan Shadaqah”.

Ustadz Makky yang merupakan Doktor lulusan Geophysical Institute, University of Karlsruhe, di Jerman menyampaikan bahwa salah satu indikasi utama orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang bersedia, mau, dan mampu untuk memberikan hartanya, baik pada saat kekurangan/ sempit, maupun berlebihan, kepada orang-orang yang membutuhkan.

Pemberian tersebut dapat diartikan sebagai infak yang terbagi menjadi dua jenis yaitu infak wajib atau zakat dan infak sunnah atau shadaqah. Tidak hanya berupa materi, infak pun dapat diberikan dalam bentuk non-materi.

imageSenyuman yang tulus dan keringanan tangan untuk membantu orang lain menjadi contoh sederhana pemberian dalam bentuk non-materi.

Warga sangat antusias mendengarkan ceramah Beliau hingga tidak terasa sudah memasuki waktu maghrib. Selanjutnya, warga dipersilahkan untuk menikmati takjil yang telah disediakan dan dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah. Tidak lupa makan malam bersama dengan menu khas Indonesia telah disediakan.

“Acara-acara seperti ini bagi kami mahasiswa adalah ajang untuk memperbaiki gizi”, ujar Shofwan, mahasiswa master kedokteran jurusan genetic di Vrije Universitas Amsterdam sambal tersenyum menyantap empal daging dan telur balado.
Terdengar suara riuh anak-anak yang berlari-larian dan suara obrolan bapak-bapak dan mahasiswa tentang Piala Eropa yang sedang berlangsung di negara tetangga, Perancis. Suara obrolan ibu-ibu dan mahasiswi juga saling sahut-menyahut untuk memuji kelezatan masakan yang telah disediakan. Suasana malam itu begitu cair dan semua warga menikmatinya.

Jam sudah menunjukkan hampir pukul 12 malam. Sholat Isya dan Tarawih berjamaah pun mulai diselenggarakan. Setelah selesai sholat, satu persatu warga meninggalkan lokasi acara dan sebagian warga melanjutkannya dengan I’tikaf. Sejuta kenangan tentang indahnya kebersamaan warga rantau Indonesia telah tercipta. Mereka sudah tidak sabar untuk bertemu kembali minggu ke depan, menikmati waktu bersama menuju hari kemenangan.

[Humas SGB-Utrecht]

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com