Dunia Islam

Fakta Bintang dalam Peradaban Islam

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Sejak dahulu kala, manusia sangat tertarik dengan bintang-bintang. Peta bintang tertua di dunia diukir di atas gading gajah purba dipercaya berusia sekira 35.000 tahun. Keindahan langit berbintang membuat para ilmuwan Peradaban Muslim menjadi terkesan. Seperti para pemikir terdahulu, mereka berusaha mencari susunan dan logika pada apa yang mereka lihat.

Kini, manusia mengenal banyak rasi bintang yang dinamakan berdasarkan legenda Yunani kuno termasuk Herkules sang Pahlawan dan Pegasus, Kuda Bersayap, seperti dirangkum dari “1001 Penemuan dan Fakta Mempesona Peradaban Muslim,” kemarin (18/11/2016).

Para ilmuwan pada abad ke-9 di Bait Al-Hikmah (Rumah Hikmah) di Baghdad menerjemahkan dan mempelajari karya astronomi Yunani, Romawi, dan peradaban awal lainnya. Para ahli astronomi Muslim membangun banyak observatorium untuk mengamati bintang, bulan, dan planet. Berbagai observatorium tersebut adalah laboratorium berteknologi canggih pada zamannya.

Baca juga :  Umat Islam sudah mengenal jam sejak 700 tahun yang lalu

Cacatan tertulis pertama mengenai sistem perbintangan di luar galaksi kita sendiri ditulis oleh Abdurrahman Shufi pada tahun 964. Karya dari Abdurrahman Shufi, Kitab Shuwar Al-Kawakib (Kitab Gambaran Bintang Tak Bergerak).

Pembaruan katalog bintang ahli astronomi Yunani Ptolemeus, yang telah dilengkapi oleh al-Shufi sendiri, menjadi buku panduan rasi bintang selama beberapa abad.

Bintang tak bergerak merujuk kepada benda langit yang tak tampak bergerak dibanding bintang-bintang lain di sekitarnya. Kini, manusia tahu bahwa bintang-bintang sebenarnya berubah posisi. Namun, karena terlalu jauh, manusia tidak melihat pergerakannya.

Buku Shufi mengindentifikasi dan menggambarkan 48 rasi. Para ahli astronomi Peradaban Muslim membuat bola langit atau peta bintang yang menandai posisi bintang-bintang dan rasi bintang di langit.

Baca juga :  Gerakan Subuh Berjamaah, Revolusi Mental di Nusantara

Tak hanya itu, para ahli astronomi Peradaban Muslim juga mencatat dan menamakan lebih daripada 1.000 bintang. Seratus enam puluh bintang dikenal di seluruh dunia dengan nama Arab termasuk Aldebaran (“Pengikut” Pleiades) dan Altair (“Rajawali Terbang”).

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com