Dunia Islam

Kiat Sukses Menghafal Al-Qur’an

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Memiliki anak yang memahami dan menghafal Al-Qur’an adalah harapan setiap orang tua. Mereka menginginkan buah hatinya dekat dengan Allah dengan cara menghafalkan dan memahami ayat-ayat Ilahi sedini mungkin.

Tak jarang anak-anak muncul sebagai penghafal Al-Qur’an. Di masa yang biasanya dimanfaatkan bermain, ada saja anak yang sudah menghafal Al-Qur’an. Prestasi itu sangat mungkin dicapai, asalkan dilakukan dengan tekun dan penuh kesabaran.

Pemuda juga tak mau kalah. Banyak dari mereka yang aktif mendalami Al-Qur’an. Ada yang menghafal Al-Qur’an. Ada juga yang meneliti berbagai ilmu untuk membedahnya, seperti tafsir.

Mereka berlomba-lomba dalam studi Al-Qur’an. Orang tua juga ada yang berusaha fokus tahfiz Al-Qur’an. Meski sudah tak lagi muda, mereka tetap bersemangat untuk mengingat ayat-ayat Ilahi sedikit demi sedikit. Waktu senggang mereka manfaatkan untuk membaca dan menghafal Al-Qur’an.

Baca juga :  Penjelasan Al-Qur'an tentang Kronologi Penciptaan Alam

Ada juga yang membaca terjemah Al-Qur’an. Terlihat semangat para orang tua yang ingin mendalami makna dan kandungan kalam Ilahi yang menjadi petunjuk dan pedoman hidup.

Kegemaran dan kecintaan kepada Alquran ini merupakan bukti Allah menjaga kitab suci tersebut. Tak salah bila Sang Pencipta berfirman dalam al-Hijr ayat 9, Sesungguhnya kami menurunkan az-Zikra (Alquran), dan kami menjaganya.

Advertisement

Hafiz Al-Qur’an yang juga dokter Sagiran menjelaskan pengalamannya menghafal Al-Qur’an dan menuliskan kiat-kiatnya dalam buku Menjadi Keluarga Allah. Kunci sukses menghafal Al-Qur’an menurutnya ada pada kekuatan tekad.

Niat juga menjadi pijakan awal yang menentukan kesuksesan seseorang untuk menggapai yang diinginkan. Dengan niat untuk beribadah kepada Allah, dibarengi dengan usaha maksimal, siapa pun bisa menjadi hafiz Al-Qur’an.

Tekad dan niat itu dibangun dan memperkuat keinginan menghafal karena berdasarkan pada kesimpulan, bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang isinya mudah untuk dihafal. Buktinya adalah pengalaman Rasulullah SAW menerima wahyu pertama kali. Ketika bersembunyi di gua Hira, Nabi Muhammad menerima wahyu per tama berisikan perintah untuk mem baca dengan nama Tuhan.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com