Dunia Islam

Penjelasan Al-Qur’an tentang Akhir Kehidupan Bulan pada Hari Kiamat

 

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Melihat fenomena gerhana bulan yang terjadi selama beberapa hari pada pekan ini, menarik untuk diketahui bahwa bulan akan berakhir pada masanya. Al-Qur’an dan sains telah menjelaskan mengenai hal ini.

Dalam buku ‘Sains dalam Al-Qur’an’ yang ditulis Nadiah Thayyarah menjelaskan, penelitian-penelitian astronomis telah membuktikan bahwa bulan terus-menerus menjauh dari Bumi.

Mengenai sebab menjauhnya bulan dari Bumi, para pakar menjelaskan bahwa kecepatan putaran Bumi pada porosnya mulai berkurang sedikit demi sedikit disebabkan oleh angin dan fenomena pasang-surut air laut.

Hal ini menyebabkan bertambahnya rata-rata kecepatan rotasi bulan pada porosnya sehingga mendorong bulan untuk menjauh dari Bumi.

Baca juga :  Tradisi Idul Fitri di Negara Minoritas Islam

Pakar astronomi mengatakan bahwa bulan yang berjarak 300 ribu kilometer dari Bumi, terus-menerus menjauh dari Bumi sejauh 3 sentimeter per tahun. Gerakan menjauh ini pada suatu saat nanti akan membawa bulan masuk pada area yang terdampak oleh medan gravitasi matahari.

Hal ini akan menyebabkan bulan meledak di permukaan matahari. Fenomena ini benar-benar selaras dengan ayat Al-Qur’an yang menyatakan, “Dan matahari dan bulan dikumpulkan,” Surah Al Qiyamah Ayat 9.

Lebih lengkap buku ‘Sains dalam Al-Qur’an’ menyebut mulai dari Surah Al Qiyamah Ayat 7. “Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan,” Surah Al-Qiyamah Ayat 7-9.

Baca juga :  Penjelasan Al-Qur'an dan Sains Tentang Lokasi Banjir Zaman Nabi Nuh

Adapun kalimat ‘wa khasaf al-qamar’ pada ayat di atas berarti bahwa bulan kehilangan cahayanya. Perlu diperhatikan bahwa pada ayat di atas, pernyataan ‘bulan kehilangan cahayanya’ diungkapkan sebelum pernyataan ‘lalu matahari dan bulan dikumpulkan’.

Hal tersebut menunjukkan bahwa hilangnya cahaya bulan terjadi sebelum dikumpulkannya bulan dengan matahari. Hal ini merupakan salah satu kemukjizatan ilmiah Al-Qur’an di bidang astronomi.

Para pakar mengatakan bahwa ketika bulan menjauhi bumi, pantulan cahaya matahari di bulan akan melemah secara perlahan-lahan hingga benar-benar sirna. Inilah arti dari hilangnya cahaya Bulan.

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu,” Surah Ar-Ra’d Ayat 2.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com