Dunia Islam

Polemik Pernyataan Ahok, Khatibul : Ahok Harus Minta Maaf

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kepulauan Seribu mengundang polemik. Saat itu, Ahok menjelaskan program kerja sama Pemerintah Provinsi DKI dan Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta dalam bidang perikanan–termasuk memberikan bantuan 4.000 benih ikan kerapu.

Dalam pidatonya, Ahok menjelaskan bahwa warga tak perlu takut soal kelanjutan program bantuan itu, bila dirinya tak terpilih dalam Pilgub DKI 2017. Lebih kurang, Ahok menjamin program itu akan tetap berjalan, apa pun hasil Pilgub kelak. Selain itu, Ahok juga membahas penggunaan surat Al Maidah ayat 51, dalam suasana menjelang Pemilihan Gubernur DKI 2017.

“Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu enggak pilih saya. Dibohongin pakai surat Al Maidah ayat 51, macam-macam itu. Itu hak bapak ibu,” ujar Ahok dihadapan masyarakat Kepulauan Seribu akhir September lalu.

Pernyataan petahana tersebut membuat Ketua Bidang Agama DPP Partai Demokrat, Khatibul Umam Wiranu, M.Hum angkat bicara. Ia menuturkan, bahwa polemik pernyataan tersebut menimbulkan tiga hal kepada masyarakat. Pertama, sebagai pemimpin masyarakat, Ahok tidak pantas menggunakan dan mengeksploitasi keyakinan ajaran agama lain (Islam) demi kepentingan dirinya ataupun kepentingan politiknya.‬

“Pernyataan tersebut telah menunjukkan bahwa ia telah menjadikan teks kitab suci yang dipandang sakral sebagai instrumen politik dan membawanya ke panggung politik praktis. Suatu hal yang tidak layak dan pantas dilakukan oleh pemimpin yang sejatinya mengayomi seluruh perbedaan, baik itu perbedaan pilihan politik, apalagi perbedaan keyakinan keagamaan,” ujar Khatibul dalam rilis yang dikirim kepada edunews.id, Minggu (9/10/2016).

Kedua, Khatibul melanjutkan, pernyataan Ahok menunjukkan ketidakpahamannya tentang Al-Qur’an yang memang bukan kitab suci yang ia yakni kebenarannya. Keyakinan atas kebenaran al-Qur’an adalah keyakinan hakiki (aqidah) yang tidak bisa ditawar-tawar kebenarannya.‬

“‪Menyinggung teks al-Qur’an dan memaknainya demi kepentingan politik, sama halnya dengan menempatkan al-Qur’an sebagai intsrumen duniawi, yang justru bagi umat Islam lebih dari itu. Ahok seharusnya memahami, bahwa keyakinan kepada teks al-Qur’an tersebut berimplikasi pada keselamatan dunia dan akhirat,” terangnya.

Dan yang ketiga, Khatibul mengatakan, Ahok semestinya menyadari bahwa Islam tidak pernah anti terhadap nilai-nilai demokrasi sejauh dijalankan dengan baik dan tidak bertentangan dengan aqidah umat Islam. Dalam sejarahnya, Islam di Indonesia bahkan telah berkontribusi banyak bagi perkembangan demokrasi mulai dari masa-masa perjuangan kemerdekaan, hingga saat ini.‬

“‪Karena itu, pernyataan Ahok tersebut adalah pernyataan naif dan sama sekali menunjukkan ketidakpahamannya tentang sejarah umat Islam di Indonesia termasuk pengorbanan mereka yang menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi dengan penduduk Muslim terbesar di dunia,” jelas Khatibul.

Atas keteledoran dan kekeliruan fatal tersebut, Khatibul meminta Ahok untuk menyampaikan pernyataan maaf atas pernyataan tersebut kepada seluruh warga DKI Jakarta. ‪Karena hanya dengan demikian, seluruh umat beragama merasakan hidup di alam demokrasi, dimana agama mereka tidak senantiasa menjadi bahan eksploitasi dan instrumen politik pihak-pihak tertentu di masa yang akan datang.

“Pernyataan maaf tersebut tidak hanya ditujukan kepada umat Islam yang secara langsung dinistakan oleh pernyataan tersebut, tapi juga kepada seluruh masyarakat yang beragama selain Islam,” ujar Khatibul.

Menjelang Pilkada DKI Jakarta, Khatibul berharap peristiwa tersebut menjadi peristiwa terakhir. Ahok harus menunjukkan dirinya sebagai figur yang tidak selamanya benar di hadapan publik, apalagi terkait dengan keyakinan agama.‬ Ahok harus memberi contoh tentang pemimpin yang menghargai perbedaan, tidak mengekploitasi perbedaan dan menjadikannya musuh untuk kepentingan politik praktis.

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2017 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!