Dunia Islam

‘Sering Mencaci, Kriteria Ulama di Indonesia belum Jelas’

Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Prof KH Ahmad Satori Ismail

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Figur yang diposisikan sebagai ulama oleh umat hendaknya menjadi pemersatu masyarakat, bukan sebaliknya memecah-belah.

“Ulama tidak sekadar mengajarkan agama, tapi juga sebagai contoh dan guru bagi masyarakat. Ulama tentunya bisa menyatukan umat, tidak memecah-belah,” kata , kata Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Prof KH Ahmad Satori Ismail dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (12/11/2018).

Oleh karena itu, lanjut guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu, figur yang mendapat gelar ulama hendaknya baik dalam perilaku dan ucapan.

“Ucapan dan perilaku tentunya sesuai dengan tuntunan Alquran dan sunah, dengan mengambil contoh kehidupan dari Nabi, bukan malah berbicara menjelek-jelekkan,” katanya

Baca juga :  Umat Islam sudah mengenal jam sejak 700 tahun yang lalu

Satori mengakui kriteria ulama di Indonesia belum jelas, sedangkan seorang ulama betul-betul ahli agama.

Namun, kata dia, bagi masyarakat awam, asal bisa berdoa seseorang sudah disebut sebagai ulama

“Umpama ada yang tidak kredibel, ya, mohon maaf karena kriteria ulama di Indonesia selama ini masih juga masih belum jelas,” kata anggota Dewan Syariah Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Dia mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam memilih figur ulama untuk dijadikan panutan, apalagi jika niatnya ingin menambah ilmu agama.

Pada bagian lain, Satori menyatakan tidak setuju dengan pendapat yang melarang ulama berbicara dalam masalah politik.

“Bicara politiknya tentunya yang benar, hal hal yang bisa mengangkat martabat dan harkat bangsa ini sehingga masyarakat akan merasakan manfaat ulama yang ada di tengah-tengah masyarakat itu,” tuturnya.

Baca juga :  Penjelasan Al-Qur'an tentang Laut sebagai Prasarana Transportasi

Menurut alumnus Universitas al-Azhar, Mesir itu, sejarah membuktikan keterlibatan ulama di dalam perjuangan politik dan fisik merebut dan mempertahankan kemerdekaan, membangun dan mempertahankan kedaulatan bangsa.

 

Sumber : Antara

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!