Dunia Islam

Testimoni Menaker Soal Pesantren

Menaker Hanif Dhakiri (paling kanan) bersama Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori dan Wakil Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto (kiri) di sela-sela Haul Agung Sunan Pandanaran di Bayat, Klaten, Jawa Tengah

KLATEN, EDUNEWS.ID – Salah satu hal terpenting dalam pendidikan adalah pembentukan karakter. Pondok pesantren (ponpes) dinilai bisa menjadi trmpat terbaik untuk mengembangkan karakter selain pendidikan umum. Itulah pandangan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri saat menghadiri Haul Agung Sunan Pandanaran di Bayat, Klaten, Jum’at (21/4/2017).

Itulah kenapa, Hanif mengatakan agar warga Nahdlatul Ulama (NU) tidak perlu ragu menjadikan ponpes sebagai tempat mendidik anak. Termasuk, soal masa depan anak yang menghabiskan masa belajarnya di ponpes. Hanif lantas mencontohkan dirinya yang berhasil menjadi menteri meski latar belakangnya dari ponpes.

“Saya santri, dari desa. Tetapi karena saya santri, saya justru bisa jadi menteri,” terang Hanif.

Baca juga :  Belasan Bahaya Meremehkan Sholat Lima Waktu
Advertisement

Lebih lanjut dia menjelaskan, melalui pesantren perkembangan anak bisa menjadi berkarakter kuat. Belajar di pesantrenm katanya juga bisa menumbuhkan keyakinan kuat pada Allah. Jadi, tidak akan ragu terhadap masa depan karena yakin Allah menyiapkan yang terbaik untuknya.

“Anak pesantren itu tidak mudah putus asa, tidak gampang baperan (mudah terbawa perasaan). Kalau mau punya anak seperti itu, masukkan ke pesantren,” tuturnya.

Keunggulan lain belajar di pesantren, membuat anak tumbuh lebih beradab.

“Orang pintar banyak, tapi yang beradab tidak banyak,” imbuhnya.

EDUNEWS.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com